Kompas.com - 10/01/2014, 17:39 WIB
Ilustrasi kromosom Y ThinkincIlustrasi kromosom Y
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Jenny Grave, seorang profesor University of Melbourne, Australia, berdasarkan hasil risetnya pernah menyatakan bahwa kromosom kelamin laki-laki, kromosom Y, akan punah dalam 5 juta tahun.

Grave, seperti dikutip Daily Mail, 2 April 2013, mengatakan bahwa kepunahan kromosom Y tersebut terkait dengan penyusutannya. Penyusutan akan terus berlangsung sehingga dalam jangka waktu 5 juta tahun mendatang, kromosom Y akan hilang.

Apakah skenario tersebut memang akan menjadi nyata?

Melissa Wilson Sayres, pakar biologi evolusi dari University of California, Berkeley, melakukan riset dengan melakukan analisis genetik pada 16 pria kaukasia dan negro Afrika. Hasil risetnya menantang pandangan Grave.

"Kromosom Y pada manusia masih akan bertahan lama," kata Sayres.

Sayres membenarkan bahwa kromosom Y memang mengalami penyusutan.

Beberapa ratus juta tahun lalu, kromosom Y memiliki jumlah gen dan ukuran sama dengan kromosom X. Namun, kini kromosom Y hanya punya 27 gen unik, sementara kromosom X masih punya 800 gen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyusutan terjadi karena kromosom Y tidak memiliki pasangan, tak seperti 22 kromosom tubuh manusia dan kromosom X. Akibat tak punya pasangan, kromosom Y tidak bisa melakukan proses rekombinasi genetik yang berguna untuk memperbaiki kerusakan karena mutasi. Akhirnya, kerusakan terus menumpuk hingga akhirnya DNA dibuang dan kromosom terus menyusut.

Namun, walau Sayres setuju bahwa kromosom Y mengalami penyusutan, ia meyangkal bahwa penyusutan itu akan berbuah pada kepunahan kromosom Y dalam 5 juta tahun.

Berdasarkan hasil riset Sayres, variasi kromosom Y pada obyek studi rendah.

"Kami menunjukkan bahwa model seleksi pemurnian yang berlaku pada kromosom Y untuk menghilangkan mutasi berbahaya, bersama pengurangan moderat jumlah laki-laki yang mewariskan kromosom Y-nya, bisa menjelaskan diversitas kromosom Y yang rendah," katanya.

"Seleksi alam telah berlaku pada kromosom Y dan telah mempertahankan gen dengan cukup baik. Semua bukti menunjukkan bahwa kromosom Y takkan hilang," pungkas Sayres seperti dikutip The Guardian, Kamis.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.