Kompas.com - 05/01/2014, 19:34 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

Apakah komet bisa menabrak planet lain? Tentu saja. Dalam perjalanannya komet juga bisa bersinggungan dengan sebuah planet. Jika lintasannya terlalu dekat dengan planet tersebut, komet bisa mengalami gangguan gravitasi yang menyebabkan komet tersebut menabrak planet tadi. Selain itu, bisa juga orbit komet berubah akibat tabrakan dengan benda lain.

Dua abad lalu, planet Neptunus diduga ditabrak sebuah komet es raksasa yang menyebabkan anomali kandungan karbon monoksida di lapisan stratosfer Neptunus.

Tapi, tabrakan komet dengan planet yang paling terkenal dan bisa diamati manusia di zaman modern ini adalah tabrakan komet Shoemaker-Levy 9 atau komet D/1993 F2 yang terjadi pada bulan Juli 1994.

Komet yang ditemukan oleh suami istri Carolyn & Eugene M. Shoemaker dengan rekannya David Levy ini merupakan komet yang mengorbit Jupiter bukannya Matahari. Selain komet Shoemaker-Levy 9, pada tanggal 19 Juli 2009 dan 4 Juni 2010, Anthony Wesley dari Australia melaporkan adanya komet lain yang menabrak planet Jupiter. Ada juga ilmuwan yang memperkirakan kalau riak pada cincin Jupiter dan Saturnus juga diakibatkan oleh tabrakan komet dengan materi di cincin kedua planet gas tersebut.

Di tahun 2014 nanti, komet C/2013 A1 (Siding Spring) yang ditemukan pemburu komet dari Australia Robert McNaught diperkirakan akan menabrak planet merah, Mars. Untuk kebenarannya, kita lihat saja nanti.

Komet yang menabrak planet tidak hanya bisa menimbulkan bekas pada permukaan planet seperti terbentuknya kawah pada planet batuan seperti Bumi, tetapi juga bisa memberi pengaruh besar pada peradaban dan sejarah kehidupan sebuah planet.

Komposisi pembentuk komet kuat diduga adalah sisa materi yang juga membentuk Tata Surya pada awalnya. Oleh karena dugaan inilah, peristiwa tabrakan komet dengan sebuah planet, atau lebih tepatnya dengan Bumi, di tahap awal pembentukan Bumi, memegang peran yang sangat penting dalam sejarah evolusi Bumi.

Para ilmuwan memerkirakan tabrakan komet dengan Bumi-lah yang dahulu membawa air dan molekul organik sehingga membentuk kehidupan di muka Bumi ini. Salah satu pemodelan lain yang dibuat para astronom juga menyebutkan bahwa tabrakan komet-lah yang menghasilkan asam amino yang berperan penting dalam evolusi kehidupan di Bumi. Karena itu jika astronom bisa mempelajari komposisi komet maka pengetahuan astronom tentang proses pembentukan dan evolusi Tata Surya tentu akan bertambah.

Tapi di sisi lain, selain membawa benih penunjang kehidupan, tabrakan komet juga bisa menjadi petaka bagi kehidupan yang ada di sebuah planet. Tabrakan komet yang besar bisa mengakibatkan kepunahan massal, seperti yang diperkirakan pernah terjadi beberapa kali lalu sebelum manusia berpijak di Bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.