Pengasuhan Tegas Cegah Anak Merokok

Kompas.com - 03/01/2014, 12:50 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Orangtua yang menerapkan batasan dalam pengasuhan anak, kecil kemungkinannya memiliki anak perokok, terlepas dari latar belakang etnis dan ras. Demikian hasil studi terbaru di Amerika Serikat yang diterbitkan online di jurnal Pediatric Psychology.

Para peneliti melakukan survei di sekolah kelas menengah bawah dengan latar belakang beragam. Hasilnya, orangtua yang menerapkan pola asuh "otoriter" dan terstruktur, cenderung memiliki anak yang tidak merokok saat remaja.

"Studi ini melihat seberapa spesifik strategi pengasuhan bisa membantu melindungi anak-anak dari perilaku coba-coba merokok," ungkap Cassandra Stanton, asisten profesor departemen onkologi di Georgetown University, yang memimpin penelitian.

Studi ini berlangsung dengan melibatkan responden dari kalangan urban multi-etnis berpendapatan rendah. Berbeda dengan kebanyakan penelitian yang umumnya melibatkan responden kalangan menengah dan orang kulit putih.

Stanton mengatakan penting untuk mengindentifikasi cara membantu orangtua mencegah anak-anak mereka merokok. Kebanyakan perokok mulai mencoba merokok di usia 18.

Penelitian terdahulu telah menemukan keterkaitan antara disiplin rendah, minimnya perhatian orangtua, dengan tingginya risiko merokok pada anak. Sementara Stanton dan tim peneliti menemukan bahwa orangtua cenderung mengendalikan anaknya dalam pengasuhan, biasanya menerapkan aturan tegas, punya jam malam, dan mengatur waktu tidur lebih memahami strategi pengasuhan anti-tembakau, dibandingkan orangtua yang menerapkan pola asuh kurang ketat.

Strategi pengasuhan anti-tembakau ini juga mencakup pemberian hukuman pada anak yang tertangkap basah merokok. Orangtua yang menerapkan strategu ini juga biasanya mengajak anak membahas apa motivasi merokok sekaligus menjelaskan bahaya merokok.

Menurut para peneliti, riset yang dilakukan kepada sampel multi-etnis ini sekaligus juga menunjukkan perbedaan budaya tidak berdampak pada efektivitas strategi pengasuhan model ini.

Menurut Stanton, orangtua perlu berperan aktif dalam melindungi anak-anak mereka dari kecanduan terhadap rokok.

"Menerapkan dan menegakkan standar jelas dalam berperilaku dan aktif memonitoring dan mengawasi aktivitas remaja merupakan strategi penting untuk melindungi anak-anak muda dari perilaku berisiko," ungkapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X