Kompas.com - 29/12/2013, 06:15 WIB
EditorTri Wahono

Pakar Hortikultura dari Kawasan Teritori Utara Australia menciptakan pupuk karbon untuk pohon buah-buahan dan sayuran yang terbuat dari minyak bekas menggoreng ikan dan keripik kentang alias minyak jelantah.

Chris Nathaniel, pakar hortikultura dari Tropiculture Australia menghabiskan waktu 10 tahun untuk menciptakan pupuk karbon berbahan dasar minyak jelantah tersebut.

Ide pupuk itu terinspirasi oleh bagusnya hasil panen dan beratnya buah mangga dari sebuah pohon yang tumbuh di samping pom bensin di Darwin.

Chris Nathaniel mengatakan pohon itu tampaknya senang dengan bau karbon dari bensin. Ia kemudian mencoba menciptakan replika dari zat penyubur karbon itu dari minyak sayur bekas pakai.

"Awalnya saya mengira pohon mangga itu subur karena menghirup uap bensin. Saya kemudian memulai percobaan dengan menyiramkan sedikit bensin di sekeliling pohon mangga yang diujicobakan untuk mengetahui apa hasilnya," Nathaniel berkisah.

"Kemudian saya menyadari apa yang terjadi, ternyata karbon lah yang membuat pohon mangga itu subur berbuah lebat dan besar,” katanya.

Nathaniel mengatakan ia menghabiskan 60.000 dollar Australia atau sekitar Rp 600 juta untuk melakukan sekitar 160 kali percobaan guna mencari campuran komposisi nutrisi yang tepat.

Menurutnya, tanaman dan pohon merespon baik minyak yang disemprotkan ke bagian daun mereka.

"Tapi Anda hanya perlu menyemprotkanya sedikit saja cuma 15 mililiter per liter air. Selain itu, jangan menyemprotkan pupuk karbon ini terlalu sering karena bisa-bisa minyak akan menutupi seluruh stomata atau pori pori pernafasan yang ada di daun," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.