Burger Bakal Jadi Makanan Sehat?

Kompas.com - 25/12/2013, 13:15 WIB
Waspadai kadar garam dalam makanan cepat saji. shutterstockWaspadai kadar garam dalam makanan cepat saji.
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com - Burger identik dengan makanan berlemak dan bergaram tinggi sehingga kebanyakan orang menyebutnya sebagai junk food. Namun ke depannya, makanan satu ini bisa jadi dikategorikan makanan sehat yang membantu menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu.

Adalah schmeat, daging yang terbuat dari jaringan biologis yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti asal Maastricht University di Belanda. Schmeat dapat digunakan sebagai daging isian burger.

Organisasi Makanan dan Pertanian Amerika Serikat memperkirakan permintaan daging akan meningkat lebih dari dua per tiga dari jumlah saat ini di 40 tahun mendatang. Sayangnya, jika produksi daging masih konvensional, permintaan tersebut sulit untuk dicukupi. Karena itu, menciptakan metode lain pembuatan daging bisa jadi solusinya.

Menurut para peneliti, schmeat akan dijual bebas pada 10 hingga 20 tahun mendatang. "Karena menggunakan teknologi yang rumit, harga schmeat mungkin masih relatif mahal, namun jika produksinya bisa semakin efisien, harganya bisa turun. Saat ini masih ada beberapa hal yang perlu terus diteliti, namun hasilnya mungkin sudah dapat diprediksi," ujar ketua peneliti Profesor Mark Post.

Sementara itu, isian burger lainnya yaitu tomat sedang dirancang untuk jadi lebih sehat dengan membuatnya mengandung senyawa antikanker. Tim peneliti asal John Innes Centre di Norwich tengah merancang tomat menggunakan gen dari bunga snapdragon untuk memberikannya pigmen antosianin. Pigmen tersebut memiliki efek anti-inflamasi dan antikanker.

Sayuran isian burger lainnya yaitu selada ke depannya akan dapat membantu pasien diabetes. Pasalnya selada yang tengah dikembangkan para ahli biologi di University of Pennsylvania ini akan direkayasa untuk mengeluarkan protein yang merangsang pankreas memproduksi insulin. Sejauh ini, percobaan pada tikus menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Susu anti-alergi sebagai bahan dasar pembuatan keju pada burger juga tengah dikembangkan. Alergi susu seringkali disebabkan oleh proten yang disebut beta-lactoglobulin (BLG) yang tidak ada dalam air susu ibu (ASI). Para peneliti dari Selandia Baru berhasil melakukan rekayasa genetika pada susu sapi sehingga tidak lagi mengandung protein tersebut.

Terakhir, roti yang digunakan pada burger sehat di masa depan akan berasal dari gandum yang tahan ancaman cuaca dan hama. Melalui teknik rekayasa genetika, para peneliti asal Inggris, Jerman, dan AS meneliti kode genetik kompleks dari gandum. Mereka berhasil mengidentifikasi sekitar 96.000 gen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber dailymail

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X