Kompas.com - 22/12/2013, 17:24 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Patung raksasa Yesus akan dirikan di tanah tempatnya tumbuh besar, Nazareth. Rencananya, patung itu akan memiliki ketinggian sekitar 30 meter, melebihi patung Yesus di Brasil.

Patung raksasa Yesus memang menarik, namun alasan di balik ide pendirian patung itu lebih menarik.

Ide pendirian patung berasal dari Bishara Shlayan, seorang Kristiani yang hidup di kota Nazareth.

Shlayan menyadari bahwa demografi penduduk Nazareth dari sisi agama telah berubah, kini 70 persen Muslim.

"Pelan tapi pasti, identitas Kristen di Nazareth akan mulai hilang. Tidak ada kekuatan selain Allah," katanya.

Patung Yesus itu rencananya akan didirikan di Gunung Precipice yang juga dikenal sebagai "Mount of the Leap pf the Lord".

Gunung tersebut, berdasarkan Injil Lukas 4 : 29 - 30, merupakan tempat orang-orang Nazareth memaksa Yesus keluar dan berusaha melemparkannya dari tebing.

"Saya tak percaya pada patung, tapi itu simbol dari cinta kasih dan perdamaian," ungkap Shlayan seperti dikutip Foxnews, Jumat (20/12/2013).

Shlayan kini tengah menghimpun dana pembangunannya. Ia mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata Israel, Uzi Landau. "Mulailah dan kami akan memberkatinya," kata Landau.

Selain berfungsi sebagai identitas Kristen, patung itu juga diharapkan dapat mendongkrak pariwisata Israel.

Tahun lalu, Israel kedatangan 3,5 juta turis dan 58 persen diantaranya adalah Kristiani. Jalur ziarah di Precipice, Nazareth dan Kapernaum telah menjadi tujuan populer.

Shlayan bekerjasama dengan pemuka agama Yahudi untuk membangun patung itu, namun tidak dengan kalangan Muslim.

Kalangan Kristiani hidup berdampingan dengan Muslim sekian lama. Namun, kini sulit bagi Kristiani untuk menghadapi banyak perubahan.

Tahun 2002, dua tahun setelah kampanye oleh pemeluk Kristiani lokal, Vatikan, Gedung Putih, dan persekutuan Katolik dan Kristen berhasil membatalkan pembangunan masjid di dekat Basilica of the Annunciation.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.