Kompas.com - 18/12/2013, 14:38 WIB
Ilustrasi membersihkan rumah ShutterstockIlustrasi membersihkan rumah
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com — Dalam praktik sehari-hari, saya sering menjumpai berbagai jenis masalah gangguan kejiwaan. Masalah-masalah kejiwaan sering kali memang tidak mampu dipahami oleh orang yang tidak mengalaminya. Itulah mengapa terkadang sulit bagi pasien untuk membagi masalahnya dengan orang lain karena cara pandang yang berbeda.

Sering kali, orang yang tidak mengalami gangguan jiwa lalu terlalu memandang enteng keluhan atau masalah pada pasien gangguan jiwa. Mereka akan dengan mudah mengatakan "Itu cuma pola pikir kamu aja yang salah!" atau "Kamu harus berubah dong jangan menyerah!" Lainnya, "Ah itu cuma pikiranmu saja!"

Orang banyak tidak menyadari, masalah kejiwaan adalah masalah yang gejala dan tandanya terdapat di pikiran perasaan dan perilaku orang tersebut. Jadi, apa yang dikeluhkan mereka memang sangat wajar terjadi.

Salah satu contoh gangguan jiwa yang menarik yang dibahas adalah gangguan obsesif kompulsif atau dalam bahasa Inggris disebut obsessive compulsive disorder (OCD). Hal yang termasuk dalam gangguan kecemasan ini cukup sering ditemukan dalam praktik sehari-hari. Beberapa kasus di bawah ini mungkin bisa jadi gambaran pasien yang mengalami OCD.

Kasus 1

Pasien laki-laki usia 60 tahun dengan keluhan sering kali lama jika mandi. Pasien bisa menghabiskan waktu sampai 1,5 jam di kamar mandi. Selain mandi, biasanya waktu di kamar mandi dihabiskan untuk membersihkan kamar mandi, termasuk dinding kamar mandinya. Pasien juga sering sekali sulit jika harus berhubungan dengan hitung-menghitung. Pekerjaannya sebagai pemilik toko agak membuatnya sulit menghindari diri dari hitung-hitungan. Dalam pergaulan sosial, pasien juga kesulitan karena khawatir jika bersentuhan atau bersalaman dengan orang. Setiap habis melakukan sesuatu atau memegang sesuatu yang orang lain pegang, maka pasien akan segera mencuci, baik dengan air maupun alkohol yang dia bawa ke mana-mana. Tidak heran kulitnya tampak kering dan kelihatan terkelupas karena seringnya pasien mencuci tangan. Hal ini mulai semakin dirasakan mengganggu ketika pasien berusia 50-an.

Kasus 2

Perempuan usia 27 tahun, ia mengeluhkan tidak mampu menahan diri untuk membersihkan seluruh ruangan apartemen di rumahnya setiap malam sampai dini hari. Pasien hanya berdua tinggal dengan suaminya di apartemen. Pekerjaan bersih-bersih biasanya dilakukan setelah suami pasien pulang dan mandi. Itu karena dia tidak ingin, setelah bersih-bersih, masih ada orang yang masuk ke apartemennya. Bersih-bersih ini selalu dilakukan sebagai ritual menjelang tidur dan ditutup dengan mandi serta membersihkan kamar mandi. Pasien melakukannya sampai menjelang pagi, dan selama kegiatan tersebut suami pasien tidak boleh tidur dan harus menemani pasien.

Ritual yang melelahkan

Pasien yang menderita OCD memang sering kali melakukan ritual terkait bersih-bersih, menghitung dan mengecek barang berkali-kali. Pasien kesulitan menahan impulsnya untuk mengecek atau membersihkan sesuatu berkali-kali walaupun kenyataannya apa yang dilakukannya sudah dilakukan berulang-ulang. Jika tidak melakukan hal tersebut, maka pasien akan merasa gelisah dan kecemasan yang sangat. Saran orang lain tidak akan dihiraukan dan pasien malah marah-marah jika apa yang dilakukannya dilarang.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Oligomenore
Oligomenore
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.