Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akan Dibedah, Bangkai Paus Ini Malah Meledak

Kompas.com - 04/12/2013, 18:19 WIB
Yunanto Wiji Utomo

Penulis


KOMPAS.com — Sebuah video di Youtube menunjukkan bangkai seekor paus sperma meledak. Sebagian organ paus itu membuncah keluar bersama darah dan cairan lain. Video di bawah menunjukkannya.

Cerita meledaknya bangkai paus sperma itu bermula ketika biolog Bjarni Mikklesen dari National Museum di Faroe Island akan membedah untuk membawa kerangkanya ke Danish Museum. Saat membedah, rupanya pisau bedah Mikklesen menusuk bagian kantong gas. Alhasil, bangkai paus itu meledak.

Bangkai paus yang akan dibedah terdampar awal minggu lalu di Faroe Island, Atlantik bagian utara. Paus sperma diduga mati oleh sebab alami.

Mikklesen mengatakan, meledaknya paus kemungkinan terjadi karena akumulasi gas dalam tubuhnya. Selama proses pembusukan, berbagai macam gas seperti metana, amonia, dan hidrogen sulfida terbentuk.

"Paus sudah mati dua hari ketika kami akan membedahnya, jadi kami tahu akan ada tekanan dari dalam, tapi kami tak mengira akan seperti ini," kata Mikklesen.

"Kami tak menyangka itu akan terjadi jadi agak sedikit terkejut. Tidak shock. Kami sudah memperkirakannya. Pada situasi itu, kami lebih memperkirakan sesuatu yang buruk terjadi dan seseorang akan terluka," imbuhnya seperti dikutip Science World Report, Sabtu (30/11/2013).

Video di Youtube di atas diunggah oleh biolog Johan Johanse, dan telah dilihat lebih dari 2.660.000 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com