Strain HIV Paling Agresif Ditemukan

Kompas.com - 01/12/2013, 20:14 WIB
Ilustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Fine Art AmericaIlustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ilmuwan asal Swedia mengidentifikasi strain baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Afrika Barat. Strain baru tersebut mampu membuat manusia yang terinfeksi mencapai stadium Aquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) lebih cepat.

Strain baru bernama A3/02 tersebut punya sifat kombinasi antara dua strain HIV paling umum yang ditemukan di Guinea-Bissau. Bila manusia terinfeksi HIV strain itu, perkembangan hingga stadium AIDS bisa terjadi dalam 5 tahun, dua setengah tahun lebih cepat dari strain HIV lain.

Virus itu ditemukan lewat penelitian Angelica Palm, mahasiswa doktoral di Department of Experimental Medical Science di Lund University, dan rekannya. Temuan strai baru virus ini dipublikasikan di Journal of Infectious Disease.

Tipe strain ini, yang merupakan sebuah rekombinan, akan muncul ketika seseorang terinfeksi oleh dua jenis strain HIV lain sekaligus. Dua strain itu akan mengalami fusi sehingga membentuk strain baru yang lebih berbahaya ini.

Palm dalam publikasi studinya menyatakan, strain HIV baru ini juga menyebar lebih cepat. Selain virus yang ditemukan pada tahun 2011 itu, Palm percaya masih banyak strain HIV yang belum ditemukan.

"Kabar baiknya adalah, obat yang beredar sekarang masih berfungsi (mampu mencegah perkembangan HIV) pada semua sub-tipe dari variasi virus," ungkap Palm seperti dikutip Time.com, Kamis (28/11/2013).

Jumlah pengidap HIV baru di dunia bervariasi, ada yang menurun dan ada pula yang meningkat. Di Indonesia, jumlah pengidap HIV menurut Kementerian Kesehatan adalah 20.397 sementara yang sudah mencapai stadium AIDS adalah 2.763.

Indonesia menghadapi tantangan karena jumlah pengidap HIV pada ibu rumah tangga dan lelaki seks lekaki (LSL) meningkat. Sementara, persentase pengidap HIV pada kaum usia produktif (25 - 49 tahun) besar, mencapai 73 persen dari total penderita.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Oh Begitu
Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Oh Begitu
Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Oh Begitu
Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X