Kompas.com - 28/11/2013, 16:34 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Menyaksikan sebuah komet melintas sangat dekat dengan Matahari secara langsung mungkin terdengar tidak mungkin pada masa lalu. Kini, berkat teknologi satelit dan informasi, publik bisa menyaksikannya.

Malam nanti, atau tepatnya Jumat (29/11/2013) dini hari, warga Indonesia bisa menyaksikan nasib komet ISON, komet yang ditemukan oleh Vitali Nevski dan Artyom Novichonok dari Rusia pada 21 September 2012 lalu, secara langsung dan online.

Komet ISON yang berasal dari Awan Oort saat ini sedang menempuh perjalanan menuju titik terdekatnya dengan Matahari. Pada saat mencapai titik terdekat atau perihelion nanti, ISON hanya akan berjarak 1,1 km dari permukaan bintang induk di Tata Surya.

ISON punya tiga skenario nasib. Pertama, ISON takkan terpengaruh badai dan gravitasi Matahari sehingga akan bertahan. Kedua, ISON terpengaruh, tetapi inti kometnya akan tetap utuh. Sementara, ketiga, ISON akan mengalami disintegrasi dan "nyemplung" ke Matahari.

Bila skenario pertama dan kedua terjadi, ISON akan tetap bertahan dan warga Bumi bisa menyaksikan kecerlangannya. Sementara, bila skenario ketiga terjadi, ISON akan "mati" dan warga Bumi yang kini tengah menanti penampakannya cuma bakal gigit jari.

Saat-saat paling menentukan hidup mati komet ISON bisa dilihat secara langsung di akun Google+! Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). NASA menggelar Google Hangout mulai pukul 01.00-03.30 WIB.

Beberapa astronom ternama akan hadir dalam acara itu, di antaranya C Alex Young, W Dean Pesnell, dan Karl Battams. Selama hangout, publik juga bisa bertanya tentang komet kepada NASA lewat akun Twitter-nya dengan hashtag #ISON dan #askNASA.

Untuk siaran langsung hidup mati komet ISON sendiri, ada satelit NASA, Solar Heliosphere Observatory (SOHO) yang akan mengirimkan data dan disiarkan secara langsung. Ada pula hasil tangkapan teleskop di Kitt Peak Observatory.

Selain di akun Google+ NASA, siaran langsung penentuan nasib ISON bisa dinikmati di events.slooh.com. Slooh akan menayangkan kembali siaran NASA. Belum ada satu pun yang mampu memprediksi nasib ISON. Saat ini mungkin merupakan satu-satunya momen manusia bisa menyaksikannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.