Kemendikbud Akan Teliti Koin Emas Kuno di Aceh

Kompas.com - 14/11/2013, 21:51 WIB
Warga mencari koin emas (mata uang Dirham) di tambak Desa Merduati, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Selasa (12/11/2013). Koin emas kuno yang diperkirakan berjumlah ribuan itu pertama kali ditemukan dalam sebuah peti kuno oleh seorang pencari tiram dan dijual ke toko emas di Pasar Atjeh hingga seratusan juta rupiah. Budi Fatria/SerambiWarga mencari koin emas (mata uang Dirham) di tambak Desa Merduati, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Selasa (12/11/2013). Koin emas kuno yang diperkirakan berjumlah ribuan itu pertama kali ditemukan dalam sebuah peti kuno oleh seorang pencari tiram dan dijual ke toko emas di Pasar Atjeh hingga seratusan juta rupiah.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan penelitian terhadap koin-koin emas (dirham) yang ditemukan di Gampong Pande, Banda Aceh.

“Kemendikbud akan meneliti temuan tersebut untuk memastikan nilai dan makna kesejarahannya,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendikbud, Ibnu Hamad, Rabu (13/11/2013).

Menurutnya, jika hasil penelitian mengungkap bahwa koin emas itu punya nilai sejarah, maka Kemdikbud akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh untuk mengamankan benda purbakala itu guna disimpan di museum, bisa di Museum Nasional ataupun di Museum Negeri Aceh.

Ibnu mengimbau warga yang menemukan koin tersebut untuk mengamankannya dengan mencatat jumlah temuan, kronologi temuan, dan menyerahkan benda-benda tersebut kepada Disdik setempat.

“Kalau sudah telanjur diperjualbelikan, maka kepada penjual dan pembeli kami harap mengembalikan lagi koin-koin emas itu ke Disbudpar setempat, demi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan,” kata pakar komunikasi politik itu.

Terhadap kemungkinan ganti rugi yang diberikan pemerintah, Ibnu Hamad mengatakan tentu akan ada penghargaan (reward) atau kompensasi dari negara kepada masyarakat penemu.

“Penghargaan kepada penemu tetap akan diberikan. Tapi harus dianalisis dulu benda-benda temuan itu,” katanya.

Secara terpisah, mantan kepala Museum Negeri Aceh, Drs Nurdin AR MSi menegaskan, pemerintah arus segera mengambil langkah-langkah terhadap temuan koin emas di Gampong Pande tersebut.

“Temuan itu harus segera diselamatkan. Pemerintah harus membelinya dari masyarakat yang menemukan. Sebaliknya, masyarakat juga harus segera menyerahkannya kepada pemerintah. Ini untuk kepentinga ilmu pengetahuan,” kata Nurdin AR.

Menurutnya, koin emas merupakan salah satu sumber primer sejarah, selain naskah-naskah kuno dan batu nisan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X