Perburuan Koin Emas Kuno di Aceh Dibatasi

Kompas.com - 13/11/2013, 20:35 WIB
Warga mencari koin emas (mata uang Dirham) di tambak Desa Merduati, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Selasa (12/11/2013). Koin emas kuno yang diperkirakan berjumlah ribuan itu pertama kali ditemukan dalam sebuah peti kuno oleh seorang pencari tiram dan dijual ke toko emas di Pasar Atjeh hingga seratusan juta rupiah. Budi Fatria/SerambiWarga mencari koin emas (mata uang Dirham) di tambak Desa Merduati, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Selasa (12/11/2013). Koin emas kuno yang diperkirakan berjumlah ribuan itu pertama kali ditemukan dalam sebuah peti kuno oleh seorang pencari tiram dan dijual ke toko emas di Pasar Atjeh hingga seratusan juta rupiah.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Mulai hari ini, Rabu (13/11/2013), perburuan dirham atau uang koin emas Aceh di Kuala Krueng Doy, Gampong Merduati, Kota Banda Aceh, akan dibatasi. Hanya para pencari tiram yang selama ini mencari nafkah di kuala itu yang masih diperkenankan beraktivitas di lokasi tersebut.

Kesepakatan itu dicapai dalam musyawarah antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dan Disbudpar Kota Banda Aceh serta masyarakat Gampong Pande, Selasa (12/11/2013). “Publik perlu tahu hasil kesepakatan itu,” kata Camat Kutaraja Banda Aceh, Yusnardi SSTP, kepada Serambi kemarin sore.

Pembatasan itu, menurutnya, bertujuan agar dalam waktu bersamaan tidak terlalu banyak orang yang berada dan melakukan perburuan koin emas di kawasan cagar budaya Gampong Pande. Landskap Gampong Pande sebagai cagar budaya dikhawatirkan bisa rusak gara-gara tingginya aktivitas perburuan koin emas secara tak terkendali di kawasan itu.

Meski begitu, pihak Disbudpar Aceh dan Kota Banda Aceh serta perangkat desa di Gampong Pande tidak menutup mata terhadap warga yang selama ini memang menggantungkan sumber nafkahnya dengan mencari tiram di Muara Krueng Doy, Gampong Merduati.

“Para pencari tiram yang sejak awal mencari nafkah di Kuala Krueng Doy, Gampong Merduati, masih tetap diperkenankan beraktivitas di sini. Tapi, para pendatang atau orang lain di luar komunitas pencari tiram tidak lagi diperkenankan mencari koin emas di sini,” kata Camat Yusnardi.

Ia juga menambahkan bahwa Disbudpar Kota Banda Aceh akan membentuk tim untuk menjaga cagar budaya tersebut.

“Kami juga imbau seluruh warga yang telah menemukan koin emas baik secara sengaja atau tidak di cagar budaya Gampong Pande agar segera melapor ke Pemerintah Kota Banda Aceh atau Pemerintah Aceh. Pemerintah akan memberikan ganti rugi atas setiap keping koin emas yang ditemukan itu,” kata Yusnardi. (Tribunnews.com)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X