Kompas.com - 12/11/2013, 10:00 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

Oleh NAWA TUNGGAL

KOMPAS.com — Topan Haiyan muncul di Samudra Pasifik, bergerak ke barat meluluhlantakkan Filipina. Tak cukup, topan lalu menuju barat daya melintasi Laut China Selatan, berbelok ke utara, hingga meluruh di daratan Vietnam. Berkali-kali Indonesia aman dari keganasan badai. Namun, ternyata tak selamanya Indonesia sungguh-sungguh aman.

Topan Haiyan ataupun topan lain secara umum selalu bergerak menjauh dari Indonesia, terpengaruh gaya coriolis di ekuator akibat rotasi bumi dari barat ke timur. Namun, tak selamanya demikian karena pernah tercatat badai tropis Vamei yang justru bergerak dari timur Singapura masuk wilayah Riau," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo, Senin (11/11/2013), di Jakarta.

Gaya coriolis merupakan gaya semu yang disebabkan perputaran rotasi bumi sehingga gerak angin dari belahan bumi utara seolah-olah berbelok ke kanan. Sebaliknya, angin berbelok ke kiri dari bumi selatan.

Bibit badai tropis Vamei pada tahun 2001 berada di Laut China Selatan, 230 kilometer timur Singapura, dengan koordinat 1,4 derajat Lintang Utara (LU). Bibit badai Haiyan tercatat di Samudra Pasifik di koordinat 6,4 derajat LU dan 156 derajat Bujur Timur, 3 November 2013.

Sehari kemudian, bibit badai ini tumbuh jadi badai tropis. Berikutnya, Haiyan meningkat jadi badai/topan kategori satu, dua, tiga, empat, dan memasuki kategori maksimal lima dengan kecepatan angin di atas 252 kilometer per jam (km/jam) pada 6 November 2013. Kategori lima ini berlangsung hingga 8 November 2013 dan meluluhlantakkan lintasan 600 km dari timur ke barat di Filipina.

Pejabat Filipina memperkirakan Haiyan menewaskan lebih dari 10.000 penduduk. Haiyan juga mengingatkan pada badai Katrina, Agustus 2005, yang menjadi badai terburuk dalam sejarah di Amerika Serikat dengan kategori lima pula.

Indonesia yang juga menyandang sebagai negeri bencana patut bersyukur. Badai atau topan yang ganas tak pernah melintas di wilayah ekuatorial.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam konferensi pers seusai pembukaan APEC Climate Symposium kemarin di Jakarta mengatakan, badai tropis tak pernah berdampak langsung di Indonesia. Namun, kelangsungannya sering mengganggu, seperti angin kencang, gelombang laut tinggi, dan hujan deras ekstrem. Korban setiap tahun juga selalu berjatuhan.

Badai Vamei

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

Kita
Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.