Sempat Diduga Punah, Kucing Langka Borneo Tertangkap Kamera

Kompas.com - 06/11/2013, 20:05 WIB
Kucing Merah (Pardofelis badia) di wilayah hutan lindung Kalabakan, Sabah, Malaysia, tertangkap kamera. Oliver Wearn/SAFE ProjectKucing Merah (Pardofelis badia) di wilayah hutan lindung Kalabakan, Sabah, Malaysia, tertangkap kamera.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Dengan menggunakan kamera jebak, ilmuwan berhasil memotret beberapa spesies kucing langka di dunia yang mendiami wilayah Borneo. Salah satu spesies kucing yang tertangkap kamera adalah kucing merah (Pardofelis badia).

Spesies kucing dengan ekor panjang dan bulu berwarna kemerahan itu pernah tertangkap kamera pada tahun 2003. Namun, setelahnya, jenis kucing itu sempat diklasifikasikan sebagai hewan punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Foto yang didapatkan pada tahun 2009 dan 2010 kemudian menegaskan masih eksisnya spesies itu.

Foto kucing merah didapatkan dari hasil studi ilmuwan Zoological Society of London dan Imperial College London di hutan lindung Kalabakan, Sabah, Malaysia.

Di lokasi yang sama, ilmuwan juga mendapatkan foto empat jenis kucing langka lainnya, yaitu macan dahan Kalimantan (Neofelis diardi), kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), kucing hutan kepala datar (Prionailurus planiceps), serta kucing batu (Pardofelis marmorata). Tiga dari empat jenis kucing itu dikategorikan terancam oleh IUCN.

"Kami sangat terkejut dengan penemuan banyaknya kucing yang ditemukan di wilayah Borneo di mana hutan sudah banyak ditebang untuk diambil kayunya," kata Robert Ewes dari Imperial College London, seperti dikutip Foxnews, Selasa (5/11/2013).

Dengan ditemukannya lima spesies kucing itu, hutan lindung Kalabakan menjadi satu di antara empat tempat di mana lima spesies kucing itu masih bisa dijumpai.

Ilmuwan mengungkapkan, masih banyak yang belum diketahui tentang spesies kucing merah. Hewan itu sangat pemalu dan kepadatan populasinya rendah.

Menurut perkiraan, populasi jenis itu di alam liar kurang dari 2.500 individu dewasa. Pada 12 tahun ke depan, populasinya diperkirakan akan turun 20 persen.

Lima spesies kucing liar tersebut penting untuk dilestarikan keberadaannya karena fungsinya sebagai predator di hutan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X