Kompas.com - 06/11/2013, 10:42 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Satu dari sekitar tiga orang dewasa di Indonesia diperkirakan menderita hipertensi. Hanya sebagian kecil yang mendapatkan terapi optimal. Sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa bahwa tekanan darahnya tinggi. Dari yang mendapatkan terapi saja, sebagian besar juga tidak melanjutkan terapinya. Pada hal, hipertensi adalah sebagai faktor resiko utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Sebaliknya, bila kita mampu mengendalikan hipertensi ini saja, risiko seseorang untuk menderita stoke berkurang 30 persen, mengalami serangan jantung 23 persen. Di samping itu, kemungkinan anda mengalami gagal jantung, gagal ginjal, demensia juga menurun.

Oleh karena itu, apakah anda tidak ingin melakukan sesuatu sehingga ancaman itu menjauh dari anda. Ingat, bahwa perubahan kecil yang sehat yang anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai sekarang akan memberikan hasil yang besar di kemudian hari.

Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat membantu, mencegah dan mengontrol tekanan darah anda:

1. Berat Badan. Berat badan berlebih, apalagi lemak yang menumpuk di sekitar lingkar perut anda akan meningkatkan risiko hipertensi 60 persen. Karena itu strategi pertama dalam upaya menurunkan tekanan darah adalah mengurangi beban jantung yang berlebih ini.  Anda memang tidak harus mencapai berat badan ideal, mengurangi berat badan 5-10 persen saja dari berat badan anda semula,  dapat menurunkan tekanan darah atau mencegahnya berkembang.

Seperti diketahui, semakin naik timbangan anda, apalagi lemak yang menumpuk di sekitar lingkar perut, maka semakin berat kerja jantung. Lemak yang menumpuk di sekitar perut juga menyebabkan inflamasi, peradangan pada pembuluh darah arteri, pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit, akhirnya tekanan darah akan naik.

2. Garam. Sayur tak bergaram terasa hambar dan tidak enak. Makanya, salah satu mengapa makanan olahan yang enak-enak, di lidah kita, yang anda beli di luar itu adalah salah satunya karena kandungan garam yang tinggi ini. Jadi, bila anda suka makan di restoran, fast food, krispi, snack, chips, daging yang diolah, makanan kaleng, dan sebagainya, maka asupan garam anda akan tinggi. Memang sebagian besar kita mengkonsumsi garam 2-3 kali lebih banyak dari yang dibutuhkan. Ini adalah salah satu penyebab tingginya kejadian hipertensi di masyarakat kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi, bila tekanan darah anda tinggi, atau ingin mencegahnya, maka pembatasan asupan garam ini harus dilakukan. Kebiasaan makan di luar, sebaiknya anda batasi, bahkan di dapur, dan di meja  anda sendiri garam itu harus dikontrol. Suatu studi yang pernah dilakukan di Duke University, pengurangan garam setengah dari kebiasaan sebelumnya,71 persen dari mereka yang melakukan ini tekanan darahnya kembali normal.

Menurut NIH (National Isntitute of Health, United of America) mengurangi konsumsi garam  tidak lebih dari 2400 mg/hari (kira-kira sama dengan 1 sendok teh) akan menurunkan tekanan darah systolik 2-8 mmHg. Dan, bila konsumsi garam bisa dikurangi hanya 1500 mg/hari, 2/3 sendok teh garam meja, tekanan darah juga akan berkurang lebih lanjut.

3. Diet. Di Amerika Serikat ada yang dikenal dengan DASH ( Dietary Aproach to Stop Hypertension). Prinsip diet ini adalah, mengkonsumsi sayuran, serta buah-buahan 5 kali sajian setiap hari, minum susu rendah lemak 2-3 glas/hari, membatasi lemak jenuh, minyak, makanan yang manis-manis, daging merah. Makanan olahan yang banyak mengandung garam, lemak dikeluarkan dari diet ini.  Sudah banyak penelitian tentang manfaat diet ini dalam menurunkan tekanan darah, sehingga jadi standard diet untuk hipertensi di sana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Kompasiana

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.