Kompas.com - 04/11/2013, 20:48 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana membangun Taman Majapahit di kawasan bekas kota kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Taman yang mengintegrasikan berbagai situs di beberapa lokasi ini untuk menyelamatkan situs arkeologi Trowulan, sekaligus meningkatkan pariwisata.

Pendirian Taman Majapahit digagas tahun 2009 setelah situs Segaran rusak akibat proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit yang disetujui Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur. Pembangunan Taman Majapahit akan menelan biaya hingga Rp 14 miliar.

”Kami baru membicarakan konsep besarnya, belum membicarakan pembiayaan,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan, di Jakarta, Minggu (3/11/2013).

Secara terpisah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo membenarkan pihaknya sedang membahas realisasi pembuatan situs wisata dan pendidikan di bekas kota Majapahit. Proyek tak akan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim. Ia belum bisa mengungkap dari mana sumber dana nantinya.

Arkeolog Moendardjito yang dilibatkan sebagai tim ahli dalam perencanaan Taman Majapahit mengatakan, nama Taman Majapahit belum ditetapkan. Para ahli perlu mengkaji ulang konsep seperti apa yang akan dikembangkan di Trowulan. Semangatnya, kata dia, memberikan informasi ke masyarakat tentang situs apa saja yang ada di Trowulan berikut fungsi-fungsinya pada masa lalu.

Lokasi percandian di Trowulan tersebar dan berjauhan sehingga sulit mendapat gambaran utuh situs kota itu. Tim ahli mengelompokkan situs yang menyebar itu ke dalam tujuh sel.

Masterplan Taman Majapahit disiapkan konsultan perencanaan arsitektur, PT Wismakharman, di Semarang, Jawa Tengah. Luas Taman Majapahit belum ditentukan. (IND/ODY/KOMPAS CETAK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.