Kompas.com - 29/10/2013, 17:25 WIB
Klenteng Timbul atau Pekong Laut, sebutan populer untuk Klenteng Xiao Yi Shen Tang atau Darma Bakti yang mulai dibangun pada 1960-an. Banyak peziarah yang bersembahyang kepada dewa-dewa Tao. Berlokasi di kawasan lepas pantai Muara Kakap, Kalimantan Barat. Agni MalaginaKlenteng Timbul atau Pekong Laut, sebutan populer untuk Klenteng Xiao Yi Shen Tang atau Darma Bakti yang mulai dibangun pada 1960-an. Banyak peziarah yang bersembahyang kepada dewa-dewa Tao. Berlokasi di kawasan lepas pantai Muara Kakap, Kalimantan Barat.
EditorYunanto Wiji Utomo

Muara Kakap berada di Kabupaten Kubu Raya, sekitar 25 kilometer dari Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Muara ini menghadap langsung ke hamparan Laut Cina Selatan nan membiru.

Perahu Agni merapat ke dermaga kelenteng. Dia meniti tujuh anak tangga kayu, lalu sampailah ke beranda Klenteng Timbul yang berpagar dan bernuansa merah. Dia menyaksikan dua tiang kayu penyangga atap beranda yang berhias bunga teratai bersusun tujuh dengan warna jambon memudar.

Di beranda kelenteng itu tersemat papan nama kelenteng beraksara China. "????—Xiao Yi Shen Tang," Agni mengejanya. Artinya, Klenteng Darma Bakti.

Terdapat tiga pintu masuk menuju ruangan dalam kelenteng. Masing-masing pintu berhiaskan lukisan sosok dua dewa dalam mitologi China. "Itu Dewa pintu," ungkapnya. "Namanya Qin Qiong dan Yuchi Gong, atau Shen Shu dan Yu Lei."

Dewa utama kelenteng ini adalah Guan Yu atau dikenal dengan sebutan Guan Gong atau Kwan Kong (Dewa Perang). Demikian ungkap Agni. Sang Dewa dipercaya melindungi kehidupan dan aktivitas umat.

"Tak hanya dipuja oleh orang biasa dengan pelbagai profesi, dewa ini konon dipuja juga oleh serikat rahasia—mafia—dan perkumpulan rahasia lainnya," ujarnya.

"Daerah Sungai Kakap terkenal menjadi tempat permukiman orang China yang mengidentifikasikan dirinya dengan sebutan 'Cin', 'Cina', 'Cinday’—Cina Dayak," ungkap Agni. "Belakangan saja muncul kata 'Tionghoa' yang sering digunakan oleh pejabat dan aparat pemerintah untuk menyebut orang China Kakap."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekiranya singgah ke Muara Kakap, cecapi juga santapan khasnya: Pengkang. Makanan ini terbuat dari kerang yang dibumbui, lalu dibungkus daun pisang. Biasanya pengkang dibakar atau dikukus, kemudian disantap bersama nasi dan sambal. "Semacam kerang dengan daging yang besar," ungkap Agni. "Rasanya gurih." (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.