Kompas.com - 01/10/2013, 10:48 WIB
Pemandangan dari puncak Gunung Rinjani (3,726 meter) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Terlihat Danau Segara anak yang terletak di Kaldera Rinjani. SHUTTERSTOCK / KIM BRIERSPemandangan dari puncak Gunung Rinjani (3,726 meter) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Terlihat Danau Segara anak yang terletak di Kaldera Rinjani.
|
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com — Ilmuwan berpikir bahwa mereka telah menemukan gunung yang mengakibatkan erupsi misterius pada abad ke-13.

Erupsi yang berlangsung pada tahun 1257 tersebut begitu besar sehingga jejak kimiawinya ditemukan di Arktika dan Antartika.

Teks pada masa pertengahan di Eropa menunjukkan bahwa erupsi berdampak pada iklim yang lebih dingin secara tiba-tiba dan kegagalan panen.

Dalam publikasi di jurnal PNAS, ilmuwan mengungkapkan, gunung api yang bertanggung jawab pada peristiwa itu adalah Gunung Samalas yang berada di Lombok.

Saat ini, tak banyak struktur gunung asli yang tersisa, hanya sebuah kawah danau rakasasa yang menjadi jejak keberadaannya.

Tim ilmuwan mengaitkan sulfur dan jejak letusan yang ada di kutub dengan data yang diperoleh dari riset di Lombok, mencakup radiokarbon, tipe, dan penyebaran batuan, serta debu, lingkaran pohon, dan bahkan sejarah lokal yang terkait peristiwa erupsi abad ke-13.

"Bukti-buktinya sangat kuat dan menarik," kata Clive Oppenheimer dari Cambridge University yang terlibat penelitian.

Frank Lavigne dari Pentheon Sorbonne University di Perancis mengungkapkan, "Kami melakukan hal yang sama seperti investigasi kriminal."

"Kami tidak tahu pelakunya pada awalnya, tapi kami punya waktu terjadinya pembunuhan dan jejak dalam bentuk geokimia di es, dan itu memungkinkan kami melacak gunung api yang menjadi penyebabnya," paparnya seperti dikutip BBC, Senin (30/9/2013).

Erupsi pada tahun 1257 pernah dikaitkan dengan gunung api di Meksiko, Ekuador, dan Selandia Baru.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.