Kompas.com - 09/09/2013, 15:28 WIB
Kenampakan Bulan, Venus, dan Saturnus pada Senin (9/9/2013) malam. StellariumKenampakan Bulan, Venus, dan Saturnus pada Senin (9/9/2013) malam.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Malam ini, Venus akan kembali muncul di ufuk barat. Planet kedua terdekat dari Matahari itu akan tampil bersama dua benda langit lain, Bulan dan Saturnus.

Munculnya Venus malam ini menarik sebab tanpa bisa dilihat oleh pengamat di Indonesia, Venus sebenarnya baru saja "ditelan" oleh Bulan pada Senin (9/9/2013) sekitar pukul 04.30 WIB dini hari selama satu jam.

Ditelannya Venus oleh Bulan disebut dengan peristiwa okultasi. Okultasi sebenarnya sama dengan gerhana, tetapi dipakai untuk benda langit secara umum, tak cuma Matahari, Bulan, dan Bumi.

Dalam peristiwa okultasi yang menelan Venus, Bumi, Bulan, dan Venus terletak di satu garis lurus. Bulan yang saat ini sedang dalam fase bulan sabit berada di antara Bumi dan Venus sehingga menutup planet yang kaya karbon dioksida itu.

Okultasi kali ini hanya bisa dilihat di sebagian kecil wilayah Bumi, Argentina dan Cile. Wilayah lain tak bisa melihatnya.

Di Indonesia, okultasi Venus pernah terjadi pada tahun 2010. Saat itu, okultasi Venus oleh Bulan teramati dari wilayah Bangka Belitung. Fenomena yang sama baru akan bisa dilihat lagi dari Indonesia pada tahun 2052.

Stellarium Kenampakan okultasi Venus oleh Bulan dari Rio Bueno, Chile.

Meski tak bisa melihat okultasinya, malam ini dan Minggu malam kemarin, pengamat Indonesia bisa melihat peristiwa konjungsi atau kedekatan antara Venus dan Bulan.

Mulai senja nanti, Venus akan terbit bersama Bulan. Keduanya tampak sangat dekat dan terang. Venus tampil dengan magnitudo -3,58 berdasarkan simulasi aplikasi astronomi Stellarium. Artinya, planet itu bisa dilihat dengan mata telanjang.

Bulan sabit dan Venus juga akan ditemani oleh planet bercincin di Tata Surya, Saturnus. Planet itu akan tampil dengan magnitudo 0,89, bisa dilihat walaupun akan tampak redup.

Bulan, Venus, dan Saturnus bisa diamati bila langit cerah. Waktu pengamatan ketiga benda langit itu takkan lama. Sekitar pukul 21.00 WIB, ketiganya sudah akan tenggelam. Waktu paling tepat untuk mengamati adalah setelah Matahari benar-benar tenggelam.

Meski Bulan dan Venus malam ini tampak dekat, jarak keduanya pada kenyataannya tetap jauh. Bulan berada pada 380.812 km dari Bumi, sementara Venus 159,9 juta km dari Bumi.

Bulan, Venus, dan Saturnus adalah benda langit yang terus menarik perhatian. Bulan baru-baru ini menjadi target penelitian wahana antariksa LADEE milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). NASA akan menguak misteri atmosfer Bulan.

Venus juga terus membuat ilmuwan tercengang. Salah satu fakta menarik tentang Venus adalah adanya gunung berapi aktif serupa Krakatau dan Merapi di planet itu.

Saturnus menarik perhatian sejak lama karena cincin esnya. Baru-baru ini, terungkap bahwa atmosfer Saturnus memiliki air. Bulan Saturnus, Rhea, juga diduga bisa mendukung kehidupan. Misteri Saturnus terus diselidiki oleh wahana antariksa Cassini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Oh Begitu
Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.