Banyak Bercinta Memicu Gangguan Prostat?

Kompas.com - 07/09/2013, 09:51 WIB
Pria lebih memikirkan akan kebutuhan tubuhnya dibandingkan perempuan. HOSURONLINEPria lebih memikirkan akan kebutuhan tubuhnya dibandingkan perempuan.
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Banyak penelitian membuktikan manfaat bercinta untuk kesehatan. Namun sebagian orang merasa khawatir akan risiko terlalu sering bercinta dapat meningkatkan risiko gangguan prostat, seperti pembesaran prostat.

Pendapat tersebut berkembang mengingat fungsi prostat yang berhubungan dengan hormon-hormon seksual pria. Sehingga semakin sering pria mengeluarkan hormon melalui aktivitas seksual, semakin tinggi pula risikonya mengalami gangguan prostat.

Namun teori tersebut disanggah oleh dr Tan Hun Hoe, pakar urologi dari Mt Alvernia Medical Centre Singapore. Menurutnya, sering melakukan aktivitas seksual tidak akan meningkatkan risiko pembesaran prostat.

"Tidak ada pembuktian ilmiah sering bercinta dapat meningkatkan risiko pembesaran prostat. Bahkan penelitian pernah menunjukkan, orang yang tidak pernah melakukan aktivitas seksual pun memiliki risiko pembesaran prostat yang sama dengan yang aktif berhubungan seksual," paparnya dalam sebuah diskusi kesehatan, Jumat (6/9/2013) di Jakarta.

Dalam penelitian tersebut, imbuh Tan, para peneliti membandingkan risiko pembesaran prostat antara kalangan tertentu yang menutup diri dari aktivitas seksual dengan pria yang rutin melakukan hubungan seks. Hasilnya, tidak ada perbedaan signifikan di antara keduanya.

Tan menjelaskan, pembesaran prostat adalah hal yang normal, seperti halnya manusia hanya memiliki satu kepala. Jadi sebenarnya bukan hal yang perlu ditakutkan. Hanya saja, perlu adanya pencegahan dan pengobatan untuk gejala pembesaran prostat ganas yang hingga menyumbat saluran kemih.

Risiko pembesaran prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut Tan, rata-rata pria di atas usia 50 tahun adalah kelompok yang rentan mengalami pembesaran prostat.

"Risiko pria usia 50 tahun rata-rata mencapai 50 persen, usia 70 tahun risikonya meningkat menjadi 70 persen, dan seterusnya," ungkapnya.

Menurut Tan, tidak pernah melakukan hubungan seksual justru meningkatkan risiko kesehatan lain, yaitu pengkristalan sperma di vesikel seminalis. Ini terjadi karena sperma tidak pernah dikeluarkan.

Pencegahan pembesaran prostat dapat dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat, seperti olahraga teratur, dan rutin mengkonsumsi sayur-sayuran dan biji-bijian yang mengandung fitoestrogen, seperti tomat, kedelai, biji bunga matahari, dan biji-bijian lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X