NASA Luncurkan Misi ke Bulan Lagi Besok

Kompas.com - 06/09/2013, 16:33 WIB
NASA Ilustrasi wahana Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE)

WASHINGTON, KOMPAS.com — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan meluncurkan misi ke Bulan lagi. Kali ini, misi bertujuan untuk mempelajari atmosfer Bulan.

Atmosfer Bulan akan dikuak dengan bantuan wahana antariksa Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE). Wahana itu akan diluncurkan dari Wallops Flight Facility milik NASA di Virginia pada Jumat (6/9/2013) pukul 23.27 waktu setempat atau Sabtu (7/9/2013) pukul 10.27 WIB.

Sejak pendaratan di Bulan empat dekade lalu, beberapa misi ke benda langit itu telah dikirim dan berhasil mengungkap bahwa Bulan lebih dari sekadar lingkungan berdebu.

Lunar Reconaissance Orbiter (LRO) mengungkap bahwa Bulan kaya akan kawah hasil tumbukan asteroid. Wahana Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL) di sisi lain mengungkap bahwa tumbukan asteroid menyebabkan gravitasi Bulan yang tak merata.

Misi lain, Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) menemukan air dalam bentuk es pada tahun 2009. Fakta-fakta lain terus terkuak.

"Ketika kami meninggalkan, kami berpikir bahwa Bulan adalah lingkungan purba yang tak punya atmosfer. Kami kemudian menemukan bahwa Bulan adalah lingkungan yang lebih hidup, masih berevolusi dan punya atmosfer," kata John Grunsfeld.

Berbeda dengan atmosfer Bumi yang tebal, Bulan memiliki atmosfer yang tipis disebut eksosfer. Banyak misteri terkait atmosfer Bulan yang belum diungkap.

Wahana LADEE membawa teknologi laser Bumi-Bulan serta tiga perangkat penting, yakni spektrometer massa untuk mengukur variasi kimia atmosfer Bulan dan perangkat lain untuk menganalisis gas-gas eksosfer, debu Bulan, dan air di atmosfer Bulan.

"Pengukuran ini akan membantu ilmuwan menjawab misteri seperti apakah debu Bulan menjadi bermuatan listrik karena sinar UV dari Matahari, dan menjadi penyebab kilau sebelum fajar yang dilihat astronot Apollo," demikian dinyatakan NASA seperti dikutip AFP, Jumat hari ini.

Misi LADEE berbiaya 280 juta dollar AS. LADEE bisa bekerja dengan dukungan daya dari baterai litium yang ukurannya sebesar 2,4 x 1,85 meter, kurang lebih sebesar mobil kecil.

Setelah diluncurkan, LADEE akan mengorbit Bulan pada ketinggian 250 kilometer dari permukaan Bulan. Setelah itu, wahana akan merendah hingga ketinggian 60 kilometer dari permukaan Bulan. Misi akan berlangsung selama 100 hari. Setelah misi, wahana akan "bunuh diri", menumbukkan diri ke Bulan.

Sampai saat ini, NASA belum memiliki rencana pendaratan manusia ke Bulan. Tujuan pendaratan manusia berikutnya justru Mars.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorYunanto Wiji Utomo
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Benarkah Kecanduan Main 'Game' Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Benarkah Kecanduan Main "Game" Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Oh Begitu
Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Oh Begitu
Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Oh Begitu
Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Oh Begitu
Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Fenomena
Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Oh Begitu
Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Fenomena
Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Fenomena
5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

Fenomena
Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Kita
Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Oh Begitu
Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Fenomena
Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Oh Begitu
Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

JEO
Close Ads X