Kompas.com - 04/09/2013, 09:35 WIB
shutterstock
Penulis Asep Candra
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Jika melihat pada statistik tentang kemungkinan gangguan jiwa terutama depresi pada perempuan, maka sebenarnya kondisi gangguan depresi lebih akan sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Angka kejadiannya bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan pada laki-laki. Berbagai macam faktor bisa menjadi sebab tingginya angka depresi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Faktor hormonal juga turut berpengaruh.

Sebagai salah satu diagnosis dasar dari keluhan psikosomatik, depresi dan begitu juga gangguan cemas sering kali pada perempuan terjadi namun tidak disadari. Ketika seorang mengalami gejala psikosomatik sebagai “ungkapan” depresinya, seperti kebanyakan pasien psikosomatik lainny, mereka akan lebih memilih untuk berobat ke dokter umum atau spesialis non-psikiater daripada ke psikiater. Hal ini tentunya sangat perlu menjadi perhatian karena sering kali pula perempuan tidak memilih berobat dibandingkan laki-laki.

Dari pengalaman klinis menangani kasus-kasus psikosomatik baik pada laki-laki maupun perempuan, saya ingin sedikit berbagi beberapa hal yang mungkin berhubungan dan menjadi khas perempuan yang mengalami psikosomatik. Tentunya hal ini bukan bersifat mutlak untuk semua perempuan, tetapi lebih banyak memang terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

A. Menstruasi

Perempuan usia subur pasti mengalami hal ini. Menstruasi yang terjadi setiap bulan (walaupun pada kenyataannya terjadi bervariasi) merupakan pertanda bahwa dia adalah seorang perempuan subur yang bisa hamil. Walaupun sudah menjadi rutinitasnya namun sering kali menstruasi sangat berhubungan erat dengan gangguan pada suasana perasaan mental emosional. Tidak heran pada kriteria diagnosis gangguan jiwa dari Amerika Serikat yang baru terbit Mei 2013 lalu, gangguan suasana perasaan akibat menstruasi (PreMenstrual Disforik Disorder/PMDD) dimasukkan ke dalam group depresi.

Berhubungan dengan keluhan psikosomatik, pasien perempuan yang mengalami gejala psikosomatik karena kondisi gangguan cemas atau depresinya biasanya mempunyai masalah terkait dengan menstruasinya. Sebelum menstruasi biasanya kondisi kejiwaan pasien lebih tidak nyaman. Pada saat pengobatan terjadi juga sering kali saat menjelang menstruasi pasien kembali mengalami sedikit gejala yang tidak nyaman. Inilah yang membedakan pasien psikosomatik laki-laki dan perempuan, perempuan perlu beradaptasi dengan kondisi menstruasinya yang walaupun normal sering kali menimbulkan masalah pada perasaan pasien perempuan. Hal inilah yang kadang membuat gejala psikosomatiknya sering kali tampak up and down pada perempuan dikarenakan gejala menstruasi sendiri banyak ditandai dengan gejala fisik.

b. Dukungan Pasangan

Tidak mudah menjadi pasien psikosomatik karena sulitnya menjelaskan tentang apa yang terjadi pada pasien psikosomatik dan bagaimana gejalanya. Pasien sering kali sulit menjelaskan hal yang terjadi padanya karena dari pemeriksaan klinis medis dan laboratorium penunjang semuanya normal. Dokter pun tidak semuanya bisa memahami masalah terkait dengan kondisi psikosomatik kecuali yang benar-benar memahaminya seperti psikiater.

Kesulitan menjelaskan kondisi sakit inilah yang kadang membuat pasien psikosomatik menghadapi kondisinya sendiri tanpa dukungan orang yang cukup memahami dirinya. Pasien perempuan biasanya lebih sulit lagi karena pasangan terdekatnya atau suami sering kali tidak bisa menerima konsep psikosomatik sebagai sakit yang dialami pasangannya. Sering kali dengan mudah suami meminta istrinya untuk lebih berpikir positif atau berpikir yang relaks tanpa bisa berempati lebih dulu tentang apa yang dialami istrinya.

Halaman:


Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X