Kompas.com - 26/08/2013, 07:53 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Satu tahun secara astronomi didefinisikan sebagai waktu sebuah planet mengelilingi bintang induknya atau dikenal dengan waktu revolusi. Satu tahun di antara planet satu dengan yang lainnya bisa beragam, salah satunya dipengaruhi oleh jarak antara planet dan bintangnya.

Kini, astronom mengetahui suatu tempat yang mengalami tahun tersingkat di alam semesta. Tempat itu adalah benda langit bernama KOI 1843.03 yang baru saja ditemukan astronom Massachusets Institute of Technology (MIT) dari data wahana Kepler. Satu tahun di planet itu setara dengan 4 jam 15 menit Bumi.

Roberto Sanchis-Ojeda, mahasiswa pasca sarnaja MIT yang terlibat penelitian ini menduga bahwa KOI 1843.03 merupakan sebuah planet. Namun demikian, kebenarannya masih perlu dikonfirmasi. Yang jelas, benda langit tersebut nyata.

Mengorbit bintang sangat cepat, KOI 1843.03 pasti memiliki jarak yang sangat dekat. Dengan jarak tersebut, Sanchis-ojeda mengungkapkan bahwa massa jenis benda langit itu pasti sangat tinggi, lebih atau sama dengan 7 g/cm3.

"Ketika Anda berada sangat dekat dengan bintang, interaksi pasang menjadi sangat kuat hingga bisa mengoyak permukaan dan menghancurkannya. Cara sebuah planet bisa bertahan adalah dengan memiliki massa jenis tinggi," kata Sanchis-Ojeda seperti dikutip New Scientist, Rabu (21/8/2013).

Menurut astronom, 70 persen massa KOI 1843.03 diduga terdiri atas besi, sementara 30 persen lainnya adalah silikat. Bahkan, tak menutup kemungkinan bahwa seluruh KOI 1843.03 adalah besi, membuatnya menjadi bola besi terbesar yang "mengapung" di jagat raya.

Sanchis-Ojeda mengatakan, selain jarak dekat, faktor yang membuat benda langit ini berevolusi sangat cepat adalah kecepatan rotasinya. Bila Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan 30 kilometer per detik, benda langit ini mengelilingi bintangnya dengan kecepatan 250 km/detik.

Sanchis-Ojeda mengungkapkan, benda langit yang berevolusi sangat cepat seperti KOI 1843.03 mungkin banyak. Ia menemukan setidaknya 20 kandidat planet yang mengorbit bintangnya dalam waktu kurang dari sehari semalam di Bumi.

Astronom belum mengetahui bagaimana sebuah planet bisa berada sangat dekat dengan bintangnya. Diduga, benda seperti KOI 1843.03 sebelumnya terbentuk di wilayah jauh dari bintangnya namun bermigrasi ke dalam. Ada kemungkinan pula, benda langit ini adalah inti planet besar yang bermigrasi.

Dimitar Sasselov, astronom dari Harvard University yang tak terlibat studi, mengatakan, KOI 1843.03 mungkin juga bukan hanya berada di dekat bintangnya, tetapi di dalam atmosfer atas bintang induknya atau koronanya.

Jika benar bahwa planet berada di dalam korona, maka planet ini bisa dikatakan takkan pernah bebas dari radiasi bintangnya. Bagi manusia, benda langit ini sangat mematikan, panasnya melelehkan sementara radiasinya merusak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.