Kompas.com - 01/08/2013, 16:07 WIB
Prinsip pengoperasian GOSAT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)Prinsip pengoperasian GOSAT
EditorYunanto Wiji Utomo

Oleh Brigitta Isworo Laksmi

KOMPAS.com - Gas rumah kaca menjadi aktor utama dalam isu perubahan iklim. Konsentrasi gas itu menentukan seberapa parah persoalan perubahan iklim. Para ilmuwan terus mengembangkan sistem pengukuran gas rumah kaca secara langsung.

Pengukuran dengan mengonversi jenis permukaan pengemisi gas memiliki banyak kelemahan karena sifat permukaan-daratan, air, dan pepohonan dengan berbagai jenisnya-amat variatif dengan variabel yang juga variatif. Dalam isu perubahan iklim, skema perdagangan karbon menjadi salah satu cara yang ditempuh banyak negara pengemisi gas rumah kaca (GRK) untuk mengurangi jejak karbon (carbon footprint) mereka.

Konsentrasi GRK (CO2-karbon dioksida, CH4-metana, N2O-nitrogen dioksida, HFC-hidrofluorokarbon, PFC-perfluorokarbon, dan SF6-sulfur heksafluorid) dikonversikan dengan gas karbon, selanjutnya disebut sebagai gas karbon. Negara pengemisi GRK ”membeli” gas karbon yang tidak diemisikan alias pengurangan emisi gas karbon dari negara lain. Untuk mendapatkan kesepakatan jumlah gas karbon, diperlukan proses pengukuran, pelaporan, dan verifikasi laporan (MRV).

Menggunakan data satelit Greenhouse Gases Observing Satellite (GOSAT), kita bisa mengukur kolom konsentrasi GRK dari permukaan tanah hingga batas bawah awan dan dari atas awan hingga lapisan atmosfer.

Menurut Muhammad Evri, peneliti utama satelit GOSAT dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, sistem GOSAT telah divalidasi dengan pengukuran di lapangan menggunakan asimilasi data parameter atmosfer, sistem Eddy Covariance Flux Tower (ECFT), pengukuran balon sonde (balon pembawa pengukur kelembaban udara, tekanan, temperatur, kecepatan, dan arah rata-rata angin), maupun data sensor Total Carbon Column Observing Network (TCCON).

Data GRK dari permukaan ditangkap menggunakan sensor Fibre Ethalon Solar for Carbon (FES-C)—sensor ini sering disebut sebagai ”napas bumi”. Sensor FES-C mampu mengukur konsentrasi kolom GRK dari permukaan sampai atmosfer. Sistem FES masih terbatas mengukur konsentrasi GRK hingga di bawah awan. Adapun ECFT dapat mengukur carbon budget (perhitungan jumlah karbon yang dilepas dan yang diserap) dari proses respirasi dan fotosintesis dalam suatu ekosistem (tumbuhan, tanah, dan air).

”Berbeda dengan ECFT, dengan GOSAT, kita bisa mengukur kolom konsentrasi GRK dari permukaan hingga di batas awan dan dari atas awan hingga sekitar 600 kilometer dengan cakupan yang luas,” kata Evri. Ketinggian GOSAT sekitar 666 kilometer di atas permukaan bumi. Satelit itu berputar mengelilingi bumi pada orbitnya.

Saat berkeliling di atas bumi, satelit membawa sensor khusus untuk mengobservasi karbon, yaitu Thermal and Near Infrared Sensor for Carbon Observation (Tanso). Dua sensor yang dipasang pada satelit adalah Tanso-FTS (Fourier-Transform Spectrometer) yang dipakai untuk mengukur konsentrasi polutan GRK di atmosfer dengan teknik diskriminasi spektrometer dan Tanso-CAI (Cloud Aerosol Imager) untuk mengukur polutan GRK khususnya aerosol.

Cara mengukur

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.