Kompas.com - 31/07/2013, 23:27 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Beberapa orang pandu dan pemuda Republikein, masing-masing membawa obor, bersiap membakar tumpukan kayu untuk membuat api unggun. Para pemuda lainnya duduk mengelilingi hangatnya tabunan. Malam itu adalah perhelatan peringatan yang ketiga berdirinya Republik Indonesia, yang digelar di halaman rumah Bung Karno.

Setahun sebelumnya, mereka baru terlepas dari dera aksi polisionil lantaran perbedaan penafsiran Belanda dan Republik Indonesia terhadap isi Perundingan Linggarjati.

Meski proklamasi kemerdekaan telah dikumandangkan sejak 1945 dan berita lahirnya Republik Indonesia telah menyeruak ke seantero dunia, kedaulatan tampaknya belum sepenuhnya ada di tangan para bangsa ini. Pada kenyataannya, Belanda masih sangat berhasrat untuk mengambil permatanya yang hilang ini.

Pada 16 Agustus 1948 itu, polisi Belanda melepaskan serentetan tembakan yang menyebabkan korban di pihak pemuda. Malam itu terjadi huru-hara. Bentrokan pemuda dan polisi menyebabkan beberapa pemuda lain terluka. Namun, Soeprapto Dwidjosewojo, seorang pandu, tertembak dan nyawanya tak dapat diselamatkan.

Polisi Belanda berhasil menduduki rumah Bung Karno yang sejak 1 Juli 1948 resmi dijadikan Gedung Pemerintah Republik Indonesia. Mereka merampas dokumen-dokumen Pemerintah RI. Kejadian ini menyebabkan terjadinya ketegangan politik kembali lantaran Pemerintah RI merasa dilanggar kekebalan diplomatiknya.

Sebuah foto menunjukkan jenazah pandu Soeprapto terbujur kaku di ranjang rumah sakit yang berseprai putih. Mata dan mulutnya tertutup kapas. Pundak kirinya terbungkus perban. Seorang perawat tampak sedang membuka selimut putih untuk memberi kesempatan fotografer mengabadikan sosok terakhir sang pandu. Mungkin Mendur bersaudara yang memotretnya.

Esok paginya, tepat di hari perayaan ulang tahun Republik, Roemah Sakit Pergoeroean Tinggi Salemba diduduki oleh polisi Belanda. Puluhan dokter dan ratusan perawat meninggalkan pekerjaannya. Mereka menyerukan ketidaksenangan terhadap kejadian ini. "Sekali Republikein, tetap Republikein!"  

Seminggu setelah bentrokan, ayah pandu Soeprapto yang bernama Mr Dwidjosewojo mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pegawai suatu institusi peninggalan Hindia Belanda. Peristiwa tersebut juga menuai simpati tak hanya dari kalangan Republik, tetapi juga warga Belanda. Seorang kolega Mr Dwidjosewojo yang juga pejabat Belanda, Dr Verdoorn, turut meletakkan jabatannya dan mengundurkan diri dari pekerjaan. (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.