Kompas.com - 16/07/2013, 20:04 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Ular umumnya punya bentuk menyerupai cacing. Bentuk tersebut dianggap cukup menarik bagi hewan seperti katak dan kadal.

Dengan memiliki ekor serupa laba-laba, P. urarachnoides hendak menjebak mangsa lain, yakni golongan burung yang memangsa serangga atau arachnida.

Pengamatan yang dilakukan Fathinia dalam penelitiannya beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa strategi P. urarachnoides efektif menjebak burung.

Ia menaruh anak ayam di dekat ular yang berpose sedemikian rupa sehingga hanya menampakkan ekornya itu. Setelah setengah jam, anak ayam itu mendekati ekor ular tersebut dan mematuknya.

Yang terjadi kemudian adalah tragedi. Ular itu mulai menyerang anak ayam itu dalam waktu kurang dari 0,5 menit. Dalam waktu 1 jam, anak ayam tersebut mati.

Meski tujuan memiliki ekor berbentuk laba-laba itu jelas, asal-usul berkembangnya ekor laba-laba pada ular itu masih misterius.

Disarikan dari tulisan Ed Yong dalam kolom Not Exactly Rocket Science di situs web National Geographic

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.