Kompas.com - 16/07/2013, 15:34 WIB
Situs Candi Muaro Jambi - Pengunjung melihat Candi Tinggi  di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11/2012). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi.  Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Budha pada masa Melayu Kuno. Situs ini kini terancam perusakan oleh tambang batu bara dan industri pengolahan minyak sawit.

KOMPAS/IWAN SETIYAWANSitus Candi Muaro Jambi - Pengunjung melihat Candi Tinggi di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11/2012). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi. Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Budha pada masa Melayu Kuno. Situs ini kini terancam perusakan oleh tambang batu bara dan industri pengolahan minyak sawit.
EditorYunanto Wiji Utomo

JAKARTA, KOMPAS.com — Mahasiswa arkeologi Universitas Indonesia menemukan sumur di situs Kedaton, kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kegiatan penggalian tersebut merupakan bagian dari kuliah kerja lapangan kerja sama UI dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi.

Temuan petirtaan berupa sumur di halaman tengah candi Kedaton ini menyingkap adanya fungsi-fungsi ruangan di situs Kedaton. "Salah satu ruangan ternyata difungsikan sebagai petirtaan dengan dibangun sumur berukuran tapak 4 meter x 4 meter," kata Cecep Eka Permana yang menjadi dosen pembimbing kuliah kerja lapangan UI, Senin (15/7/2013).

Letak sumur di halaman tengah itu berada di depan bangunan candi induk. Kemungkinan orang harus menyucikan diri dahulu sebelum masuk ke bangunan candi induk. Sumur ditemukan setelah mahasiswa menggali di kedalaman 1,5 meter. Di dekat sumur juga ditemukan struktur persegi yang berbentuk seperti lantai sumur.

Kegiatan penggalian di Kedaton dilakukan 16-28 Juni 2013 dan melibatkan 43 mahasiswa serta lima dosen pembimbing. Kerja sama penggalian dengan Balai Arkeologi dan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi ini diadakan selama lima tahun.

Selain menemukan sumur, tim yang menggali 14 kotak juga menemukan sisa pecahan tembikar, keramik, dan barang pecah belah lainnya.

Di halaman luar, fragmen-fragmen tembikar dan keramik karakternya berbentuk besar dan kasar. Hal ini berbeda dengan temuan fragmen di halaman dalam Kedaton yang pecahannya semakin tipis dan bentuknya kecil-kecil. Fragmen tersebut ditemukan di pojok-pojok ”ruangan” Kedaton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam konteks keagamaan, ruangan bagian dalam biasanya lebih sakral sehingga karakter benda-bendanya juga lebih halus dibandingkan dengan benda di halaman luar," kata Cecep.

Ada 83 gundukan
Kedaton adalah satu dari delapan candi yang sudah diekskavasi di kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi. Di kawasan tersebut masih ada 83 menapo (gundukan tanah) yang di dalamnya diperkirakan berisi candi. Kedaton merupakan candi terbesar di kawasan itu dengan luas tapak 250 meter x 210 meter.

BPCB Muaro Jambi sejak tahun 2006 sudah memetakan semacam "denah" ruangan dari Kedaton. Pada tahun 2010-2011, gerbang baru masuk ke Kedaton ditemukan. Gerbang tersebut semula gundukan tanah yang oleh warga disebut menapo Harimau Mati.

Di Kedaton juga ditemukan dua makara (arca berbentuk setengah hewan), yang satu menghadap ke arah luar dan yang lainnya menghadap ke dalam.

Tonny Mambo, Kepala BPCB Jambi, mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat mengungkap aspek lain atas sebuah situs. Hal-hal lain seperti mengapa tidak ditemukan permukiman di Muaro Jambi hingga sekarang belum terungkap. Diperlukan sudut pandang lain untuk meneliti sebuah situs. (IND/KOMPAS)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X