Kompas.com - 15/07/2013, 16:27 WIB
Seekor banteng kalimantan tertangkap kamera yang dipasang oleh peneliti Yayasan Orangutan Indonesia, di hulu Belantikan, Lamandau, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Temuan berada di luar kawasan konservasi. Ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan di luar kawasan konservasi. YayorinSeekor banteng kalimantan tertangkap kamera yang dipasang oleh peneliti Yayasan Orangutan Indonesia, di hulu Belantikan, Lamandau, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Temuan berada di luar kawasan konservasi. Ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan di luar kawasan konservasi.
EditorYunanto Wiji Utomo

JAKARTA, KOMPAS.com — Organisasi pelestarian hutan, Yayasan Orangutan Indonesia, membuktikan keberadaan banteng kalimantan di belantara Belantikan, Kalimantan Tengah. Bukti terkini ialah berupa hasil kamera pengintai yang menangkap keberadaan fauna dilindungi tersebut sedang beraktivitas di kawasan nonkonservasi.

"Temuan ini seharusnya menyadarkan kita semua tentang pentingnya melindungi ekosistem hutan di luar areal konservasi," kata Eddy Santoso, Direktur Eksekutif Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin), Minggu (14/7/2013), dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.

Pembuktian secara visual keberadaan banteng kalimantan merupakan yang pertama kali. Tahun-tahun sebelumnya, banteng hanya diketahui keberadaannya dari jejak kaki dan kotorannya di Hulu Belantikan.

Eddy memaparkan, pihaknya berupaya meyakinkan kehadiran banteng kalimantan (Bos javanicus lowi) dengan memasang kamera pengintai (camera trap). Kegiatan selama periode 2012-2013 dilakukan Yayorin dengan dukungan dana US Fish and Wildlife Services di Belantikan.

"Dari beberapa jepretan foto tertangkap gambar banteng dalam kelompok ataupun soliter," kata Eddy. Kawanan banteng terpantau di wilayah mineral di tengah hutan yang disebut sopanan (salt lick). Sopanan menjadi wilayah adat masyarakat.

Di antara 25 sopanan yang terdata, dua sopanan besar berpotensi besar sebagai tempat kawanan banteng, yaitu sopanan penggaraman dan sopanan pasiran. "Ini menguatkan bukti ada populasi banteng kalimantan di Hulu Belantikan, Kabupaten Lamandau," ujar Imam Sapari, peneliti Yayorin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diakui, temuan ini masih sangat awal dan menantang para ilmuwan, peneliti, serta konservasionis untuk melanjutkan dengan kajian komprehensif. "Masih diperlukan penelitian berkelanjutan, terutama untuk pemantauan populasi, sekaligus menyosialisasikan agar masyarakat mengenal satwa liar khas Belantikan yang dilindungi undang-undang," ungkap M Yunus, peneliti Yayorin.

Perlindungan luar kawasan

Menurut Eddy, kunci perlindungan banteng kalimantan adalah pelibatan pemilik konsesi izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK) dalam kegiatan perlindungan satwa langka dan dilindungi di luar kawasan konservasi.

"Tantangan selanjutnya, menemukan perpaduan antara izin hak pengusahaan hutan yang lokasinya terletak di daerah yang sangat penting bagi satwa yang berstatus dilindungi serta perlu peningkatan kerja sama, rasa tanggung jawab, dan komitmen perusahaan untuk melaksanakan pengelolaan kawasan, habitat, dan hidupan liar yang berkelanjutan di areal operasi dan tetap mendukung sumber kehidupan masyarakat setempat," ucap Eddy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.