Kompas.com - 15/07/2013, 14:40 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -  Kesehatan tidur di bulan Ramadhan sangat penting untuk diperhatikan. Ini berkaitan dengan keselamatan, produktivitas dan kesehatan.

Berdasarkan pengamatan rekan-rekan sejawat dokter yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat, (IGD) angka kunjungan pasien akibat kecelakaan kerja dan lalu lintas meningkat selama bulan puasa, dan rata-rata disebabkan oleh kantuk. Data dari Operasi Ketupat di tahun 2011 juga memberikan hasil yang senada. Penyebab kecelakaan, akibat kendaran tak layak adalah 449, akibat jalan yang tak layak adalah 387, sementara akibat kantuk adalah 1.018 kejadian.

Di tahun 2012 kemarin tidak didapatkan data pasti tentang kantuk. Tetapi kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kelalaian manusia adalah 28 persen dari total angka kecelakaan. Perlu diingatkan, mengapa manusia sampai lalai? Ya, kemampuan konsentrasi, kewaspadaan dan respon refleks yang menurun akibat kurang tidur.

Mulai perhatikan rutinitas tidur. Ketika sempat dan mengantuk, manfaatkan waktu istirahat sejenak. Jika masih mengantuk, jangan berkendara! Berkendara dalam kondisi mengantuk sma bahayanya dengan berkendara dalam kondisi mabuk.

Demikian juga dengan performa kerja. Lemas dan sulit berkonsentrasi akibat berpuasa, bukanlah disebabkan oleh kurangnya asupan makanan atau cairan. Lebih terutama disebabkan oleh perubahan pola tidur.

Sadari juga bagaimana kurang tidur bisa turunkan konsentrasi dan daya ingat. Stabilitas emosi juga sangat dipengaruhi oleh kekurangan tidur. Padahal ketenangan dan kedamaian hati sangat diperlukan dalam kerja tim.

Selain beribadah, ketika jam istirahat makan siang, manfaatkan juga untuk power nap. Power nap, adalah tidur siang sekitar 15-20 menit untuk mendapatkan kembali produktivitas kita. Ketika bangun, kita sudah mendapatkan segala manfaat tidur. Seolah telah di-recharge, kita pun dapat kembali bekerja dengan produktif.

Kekurangan tidur juga telah diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, gula darah dan menurunkan daya tahan tubuh. Sayangnya untuk tingkatkan daya tahan tubuh, penambahan vitamin tanpa memperbaiki pola tidur akan sama saja akibatnya. Untuk mempertahankan kebugaran dan daya tahan tubuh, tak ada jalan lain selain memperhatikan kesehatan tidur.

Momok kesehatan lainnya adalah gastro-esophageal reflux disease, di mana makanan bisa tertarik keluar lagi setelah dimakan. Pada pendengkur dengan sleep apnea ini sering terjadi saat tidur setelah sahur.

Sleep apnea atau henti nafas saat tidur ditandai dengan mendengkur. Saluran nafas penderitanya tersumbat, hingga walau ada gerakan nafas, udara tak aa yang dapat lewat. Seolah tercekik. Masalahnya gerakan nafas yang terus menyedot ini malah dapat menarik isi saluran makanan. Akibatnya isi makanan dapat tersedot keluar saat tidur.

Selain refluks, sleep apnea juga sebabkan kantuk yang berlebihan. Walau tidur sudah cukup, penderitanya tetap mengantuk. Ini sangat berbahay jika mengendara. Pendengkur di beberapa negara Eropa dilarang untuk mengendara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Idul Adha di 86 Lokasi, Ini Daftarnya

Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Idul Adha di 86 Lokasi, Ini Daftarnya

Fenomena
Kanker Payudara Menyebar Lebih Cepat Saat Malam Hari, Studi Jelaskan

Kanker Payudara Menyebar Lebih Cepat Saat Malam Hari, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Fase 3, BPOM Libatkan 4.005 Sukarelawan

Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Fase 3, BPOM Libatkan 4.005 Sukarelawan

Oh Begitu
2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

Fenomena
Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.