Kompas.com - 08/07/2013, 10:45 WIB
Riset menunjukkan, simpanse betina cenderung agresif saat berinteraksi dengan betina lain. Sifat ini mungkin yang diturunkan pada manusia. Anup ShahRiset menunjukkan, simpanse betina cenderung agresif saat berinteraksi dengan betina lain. Sifat ini mungkin yang diturunkan pada manusia.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Ini mungkin terdengar gila dan tidak masuk akal. Namun, seorang pakar genetik bernama Eugene McCarthy mengatakan bahwa asal usul manusia adalah hibridisasi simpanse dengan babi.

McCarthy mengungkapkan, pandangannya didasarkan pada karakteristik anatomi manusia, bukan genetik. Menurutnya, ada banyak ciri anatomi manusia yang tidak ditemukan pada primata lain, termasuk simpanse yang dikatakan paling dekat kekerabatannya dengan manusia.

Dalam makalah berjudul "Are We Hybrid" yang diunggah di situs macroevolution.net, McCarthy mengatakan bahwa salah satu ciri itu adalah warna mata. Warna mata hijau, biru, dan coklat tidak ditemukan pada simpanse dan orangutan. Cuma ada satu kasus bahwa gorila punya mata biru.

Ciri lain adalah hidung. Hidung manusia punya daging dan terlihat mancung. Ciri ini juga tak ditemukan pada simpanse yang memiliki hidung rata dan tanpa kartilago lateral ataupun pada kera lainnya.

Ada juga cekungan di atas bibir disebut philtrum serta beberapa ciri organ lain yang lebih rumit seperti struktur multipiramida ginjal, absennya tulang penis, dan adanya melanoma.

McCarthy mengatakan, munculnya ciri-ciri manusia yang tak ditemukan pada kera lain adalah tanda bahwa manusia punya "orangtua" lain selain primata. Menurutnya, "orangtua" lain itu adalah babi.

Warna mata biru, hijau, dan lainnya, misalnya, mudah ditemukan pada babi. Sementara itu, babi juga punya hidung yang berdaging. Proses perkembangan bibir babi juga mirip, disertai dengan adanya celah pada bibir atas, yang pada manusia kemudian menutup membentuk philtrum.

McCarthy mengakui, memang sulit menerima hal tersebut dengan pengetahuan saat ini, misalnya dengan wawasan genetik bahwa jumlah kromosom simpanse dan babi berbeda sehingga tak mungkin melakukan hibridisasi.

Namun, menurut McCarthy, ada banyak hal yang belum diketahui saat ini. Pendapat bahwa hewan dengan kromosom yang berbeda tak bisa melakukan hibridisasi dan menghasilkan keturunan yang subur hanyalah generalisasi.

Sejauh ini, belum ada bukti pula bahwa persilangan antar-mamalia adalah mungkin. Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa persilangan itu tak mungkin, itu cuma prasangka. Pada ikan, ada banyak bukti bahwa persilangan antarspesies mungkin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.