Gangguan Pernapasan? Cobalah Bernyanyi

Kompas.com - 05/07/2013, 13:09 WIB
Ilustrasi bernyanyi shutterstockIlustrasi bernyanyi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Bernyanyi bukan hanya kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu senggang atau mengekspresikan perasaan. Ternyata bernyanyi bisa menjadi terapi untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan napas.

Pasien yang mengalami gangguan pernapasan, seperti asma, gangguan paru, atau emphysema, di sebuah rumah sakit di London, secara teratur menjalani terapi bernyanyi tersebut.

Dokter yang menangani pasien tersebut memulai program ini setelah mengetahui bahwa tarikan napas yang dilakukan penyanyi bisa membantu pasien paru.

"Banyak orang yang suka bernyanyi. Karenanya, terapi ini bisa diasosiasikan dengan kegiatan yang menyenangkan ketimbang sebuah teknik fisioterapi standar," kata Dr Nicholas Hopkinson, ahli paru dari London's Royal Brompton Hospital.

Orang yang menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) biasanya mengalami kerusakan paru sehingga membatasi kemampuan mereka untuk menarik dan mengembuskan napas.

"Banyak pasien yang malah bernapas dengan cepat dan pendek sehingga mereka jadi makin sulit bernapas," katanya.

Hopkins menjelaskan, belajar bernyanyi akan membantu pasien mengenai postur yang benar dan bagaimana belajar bernapas dalam kecepatan yang terkontrol.

Kendati demikian, dalam dua percobaan terapi bernyanyi yang dilakukan, tidak ditemukan perbaikan pada kemampuan bernapas pasien.

"Hasil tes fungsi paru tidak berubah karena penyakitnya sendiri belum sembuh," kata Hopkins.

Namun, menurutnya, jika dibandingkan dengan pasien yang tidak mengikuti terapi bernyanyi, pasien yang ikut kelas terapi mengaku merasa lebih baik.

Menurut Dr Norman Edelman dari Asosiasi Paru Amerika, terapi bernyanyi untuk pasien paru memang tidak biasa, tetapi layak untuk dicoba.

"Mengatur napas, seperti yang dilakukan saat bernyanyi, sangat penting karena orang yang menderita PPOK harus mencoba mengambil napas dalam dan perlahan menyelaraskan setiap tarikan napas ketika mereka melakukan aktivitas," katanya.

Namun, terapi bernyanyi ini dianggap hanya cocok untuk sebagian pasien dan belum bisa menggantikan terapi konvensional. Aktivitas lain yang bisa dicoba untuk melancarkan pernapasan adalah melakukan yoga dan tai chi yang memang berfokus pada olah napas.

"Teknik napas seperti saat bernyanyi hanya bisa membantu untuk gangguan paru ringan. Jika masalahnya cukup berat, tentu sulit bagi pasien untuk bernyanyi dan menarik napas," kata Julia Bott, juru bicara Britain's Chartered Society of Physiotherapy.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X