Temuan-temuan yang Tak Menghasilkan Uang untuk Penemunya

Kompas.com - 05/07/2013, 02:47 WIB
Struktur dasar mouse. Struktur dasar mouse.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini mouse (tetikus) adalah perlengkapan komputer yang sudah sangat jamak dipakai. Tetapi, Douglas Engelbart, peneliti sekaligus penemu tetikus ini, yang meninggal Selasa (2/7/2013), ternyata tak pernah mendapatkan royalti dari paten tetikus. Engelbart tak sendirian soal karya yang tak mendatangkan uang meski dipakai di segala penjuru bumi.

Setidaknya, ada 10 karya yang tak kalah jamak dikenal di dunia laiknya tetikus, tetapi tak menjadi sumber uang bagi para penemunya. Apa sajakah karya itu? Juga siapakah penemunya?

Pertama, lampu LED. Ini adalah lampu kecil yang banyak dipakai di piranti elektronik meskipun dalam perkembangannya juga sudah mulai dipakai sebagai lampu penerangan karena kecilnya konsumsi listrik yang dibutuhkan. Penemu lampu LED adalah Nick Holonyak Jr pada 1962.

Holonyak jauh hari telah meramalkan lampu ini akan menggantikan bola lampu karya Edison. Rekan Holonyak berpendapat ia layak mendapat hadiah Nobel untuk penemuannya. Tetapi, Holonyak hanya menjawab dengan sederhana: "Ini konyol untuk berpikir bahwa seseorang berutang sesuatu (kepada saya). Saya beruntung masih hidup ketika datang ke sana."

Post-it notes
Dua, Post-it notes. Para pekerja perkantoran atau mereka yang kerap berurusan dengan dokumen dan pesan pada umumnya mengenal benda ini. Sepotong kertas dengan perekat di satu bagiannya, yang memudahkan pesan atau catatan ditempel, tetapi bisa dipindah atau dilepaskan sama mudahnya kemudian.

3M menjual miliaran post-it notes per tahun, tetapi para penemunya sama sekali tidak kaya dari itu. Mereka adalah Spencer Silver, yang pada 1968 mengembangkan perekat dengan karakteristik "dapat dipindahkan" dan Art Fry, yang punya gagasan tentang "catatan penunjuk" yang dapat ditempel di buku nyanyiannya.

Tiga, senapan AK-47. Senapan legendaris dan diduga paling banyak digunakan di dunia ini adalah rancangan Mikhail Kalashnikov. Dia yang juga baru saja meninggal pekan lalu merancang senapan ini setelah selesai menjalani perawatan akibat luka di Perang Dunia II. Kabar terakhir, kesehatannya sedang dalam pantauan intensif.

Empat, sapphire stylus. Mungkin ini karya yang tak lagi banyak dijumpai hari ini. Tetapi, pada masanya, alat temuan Marie Killick ini sangat bermanfaat untuk memutar piringan hitam. Pada 1958, dia pernah memenangkan gugatan untuk mendapatkan lisensi karyanya ini dari Pye, tetapi pada tahun berikutnya mengalami kebangkrutan.

Lima, hovercraft. Ini adalah kapal dengan semacam pelampung ban udara sebagai dasarnya. Sir Christopher Cockerell menggunakan vacuum cleaner dan kaleng untuk menguji teori saat ia mengembangkan hovercraft. Kapal hasil teori ini melintas pertama kali pada 1959 dari Calais ke Dover. Cockerell mendapatkan penghargaan, tetapi sempat selama bertahun-tahun harus berjuang keras sekadar untuk mendapatkan lump sum dari National Research Development Corporation.

Tetris
Enam, permainan tetris. Meski sudah masuk kategori "permainan lawas", tetris masih dapat dijumpai sampai hari ini. Programer Rusia mengembangkan permainan ini bersama teman-temannya di pusat penelitian yang didanai Pemerintah Rusia pada 1985. Ia baru mulai mendapatkan royalti 10 tahun kemudian ketika ia mendirikan The Tetris Company.

Halaman:


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X