Kompas.com - 03/07/2013, 17:59 WIB
Ilustrasi cara racun lebah dan partikel nano membunuh HIV. Virus akan dilubangi dan "ditelanjangi". Racun Lebah Bunuh HIVIlustrasi cara racun lebah dan partikel nano membunuh HIV. Virus akan dilubangi dan "ditelanjangi".
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Data baru dari hasil riset yang dilaporkan pada Konferensi AIDS Internasional di Kuala Lumpur memberikan harapan dan keyakinan kesembuhan dari Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Dilaporkan, dua orang pria yang tak diidentifikasi namanya telah dapat hidup tanpa obat Anti Retroviral (ARV) dan tanpa menunjukkan sinyal bahwa HIV kembali terdeteksi setelah menjalani cangkok sumsum tulang belakang.

Apakah ini berarti bahwa HIV/AIDS bisa disembuhkan? Tim dokter dari Brigham and Women Hospital menyatakan, belum. Namun, hasil ini semakin menumbuhkan keyakinan bagi para dokter dan peneliti serta harapan bagi pasien bahwa suatu hari HIV/AIDS bisa disembuhkan.

Dua pria yang menjalani cangkok sumsum tulang belakang telah berstatus HIV+ selama 30 tahun. Keduanya juga menderita lymphoma, sejenis kanker darah dimana B dan T limfosit membelah lebih cepat dari normalnya. Ini menuntut tindakan cangkok sumsum tulang belakang.

Setelah cangkok sumsum tulang belakang berhasil dijalankan, HIV pada kedua pasien "tak terdeteksi" masing-masing selama dua tahun pada satu pasien dan empat tahun pada pasien yang lain.

Tahun 2013 ini, keduanya menghentikan perawatan dengan ARV. Jadi, keduanya tidak minum obat ARV sama sekali. Setelah masing-masing selama 15 dan tujuh minggu, HIV pada keduanya tetap "tidak terdeteksi".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Timothy Henrich yang terlibat upaya ini mengatakan pada BBC, Rabu (3/7/2013), bahwa hasil ini mengagumkan. Namun, ia menekankan, "Kami belum berhasil menunjukkan kesembuhan. Kami membutuhkan langkah lanjut lebih lama."

"Apa yang kami katakan adalah bahwa virus tetap tak ada selama satu atau bahkan dua tahun setelah perawatan dihentikan, bahwa peluang virus untuk kembali sangat rendah. Namun terlalu awal bagi kita untuk menggunakan kata C (cured/sembuh)," katanya.

Sumsum tulang belakang adalah bagian tubuh yang bertugas menghasilkan sel darah sekaligus diduga menjadi tempat HIV bersemayam. Cangkok sumsum tulang bisa dikatakan sebagai upaya menyerang HIV pada sarangnya.

Meski demikian, selain sumsum tulang belakang, HIV diduga juga bisa bersembunyi di jaringan otak dan saluran pencernaan. Jika HIV kembali terdeteksi setelah cangkok sumsum tulang belakang, ini membuktikan bahwa otak dan saluran pencernaan adalah "sarang" HIV penting.

Sebelumnya, pria Jerman bernama Timothy Brown alias "pasien Berlin" menjadi orang pertama yang "sembuh" dari HIV setelah menjalani cangkok sumsum tulang belakang. Lalu, bayi yang lahir di Missisipi dan langsung diberikan ARV juga "sembuh fungsional".

Michael Brady, dokter dari Trrence Higgins Trust, mengatakan bahwa meski cangkok sumsum tulang belakang belum bisa memberikan kesembuhan, dari hasil ini bisa dinyatakan bahwa kasus Timothy Brown bukan satu-satunya.

Lalu, haruskah setiap HIV+ menjalani cangkok sumsum tulang? Brady mengatakan, "Cangkok sumsum tulang belakang ialah tindakan yang kompleks, mahal, dan berisiko. Bagi kebanyakan HIV+, cangkok sumsum tulang belakang lebih bahaya daripada minum obat setiap hari."

Namun, tetap ada harapan penyembuhan HIV dari riset ini. Ke depan, mungkin akan ada sebuah pendekatan baru dalam perawatan melawan HIV, bahkan mungkin benar-benar membasmi HIV dari tubuh manusia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.