Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/06/2013, 20:30 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo
Malin Space Science System Struktur batu di Mars berbentuk bulat, diduga dikirim oleh air lewat sebuah ngarai.

KOMPAS.com — Mars pada 4 miliar tahun lalu diduga kaya akan oksigen. Bumi sendiri baru kaya oksigen sejak periode 2,5 miliar tahun lalu.

Dugaan tersebut diambil berdasarkan hasil studi peneliti Universitas Oxford pada meteorit Mars yang ada di Bumi serta data wahana Spitzer milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menganalisis batu permukaan di Kawah Gusev, Mars.

Analisis kimia menemukan bahwa batu permukaan Mars memiliki kandungan nikel lima kali lebih besar dibanding meteorit.

Diketahui, batu permukaan dan meteorit Mars sama-sama terbentuk lewat proses vulkanik di planet merah. Dengan adanya perbedaan kandungan nikel, ilmuwan bertanya-tanya, proses apa yang menyebabkannya.

Ilmuwan menduga, proses yang memicu perbedaan itu adalah proses subduksi, di mana batu permukaan mengalami daur ulang di bagian dalam Mars.

Menurut peneliti, permukaan Mars dahulu mengalami oksidasi. Batu permukaan yang kaya oksigen lalu berpindah ke bagian dalam dangkal Mars dan dikeluarkan lagi ke permukaan pada 4 miliar tahun lalu.

Sementara meteorit merupakan batu vulkanik yang lebih muda dan berasal dari lapisan dalam Mars sehingga tidak mengalami proses subduksi.

"Implikasi dari proses ini adalah Mars memiliki atmosfer yang kaya oksigen pada 4 miliar tahun lalu, sebelum peningkatan oksigen di Bumi yang terjadi 2,5 miliar tahun yang lalu," papar Wood seperti dikutip Physorg, Rabu (19/6/2013).

Oksidasi memberikan warna khas pada Mars yang saat itu hangat dan basah. Wood seperti diuraikan BBC menerangkan bahwa oksigen di atmosfer Mars bisa eksis dengan cara yang unik.

"Cara mendasar kita bisa mengharapkan adanya oksigen di Mars adalah lewat fotolisis air, air di atmosfer Mars berinteraksi dengan radiasi Matahari sehingga terpecah menjadi hidrogen dan oksigen," urainya.

Biasanya, sebagian besar hidrogen akan kembali berikatan dengan air. Sebagian lagi keluar dari atmosfer planet menyisakan oksigen.

"Namun gravitasi Mars adalah sepertiga gravitasi Bumi, jadi hidrogen akan hilang lebih cepat. Jadi pembentukan oksigen bisa ditingkatkan secara relatif terhadap Bumi," ungkap Wood.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+