Kompas.com - 17/06/2013, 17:38 WIB
|
Editoryunan

JAKARTA, KOMPAS.com — Musim kemarau biasanya berlangsung dari April hingga Oktober. Dengan fenomena hujan yang terjadi, mungkin sebagian bertanya-tanya, kapan sebenarnya musim kemarau akan dimulai?

Thomas Djamaluddin, Deputi Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan, mengatakan bahwa saat ini pun Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Thomas mengungkapkan, "Sebenarnya dari pola anginnya, Indonesia dapat dikatakan memasuki musim kemarau. Kemarau itu sebenarnya lebih ke soal arah angin. Anginnya saat ini sudah angin kemarau."

Saat musim kemarau, angin bergerak dari selatan ke utara, dari wilayah Australia melewati wilayah Indonesia dan kemudian berbelok ke arah Asia Tenggara lain. Sementara, pada musim hujan, angin bergerak ke arah sebaliknya.

Hal lain yang mendukung bahwa Indonesia sudah memasuki musim kemarau adalah gugusan awan penyebab hujan. Menurut Thomas, gugusan awan itu sebenarnya sudah pergi meninggalkan wilayah Indonesia.

"Saat ini, gugusan awan sudah berada di wilayah India, Thailand, dan Filipina," ungkap Thomas saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/6/2013).

Hujan yang terjadi di musim kemarau pada saat ini utamanya disebabkan oleh anomali suhu muka laut di perairan Hindia. Suhu muka laut masih hangat, mencapai 29 derajat celsius sehingga pembentukan awan masih aktif.

Dalam sepekan terakhir, anomali suhu muka laut diperkuat oleh adanya Osilasi Madden Julian, siklus pembentukan awan hujan yang kini tengah berada di Indonesia. Akibatnya, pembentukan awan makin aktif dan sebagai akibatnya hujan lebih lebat.

Dengan adanya fenomena hujan di musim kemarau, maka Indonesia saat ini bisa dikatakan mengalami kemarau basah. Fenomena ini juga pernah terjadi pada tahun 2010 lalu. Belakangan, anomali cuaca makin sering terjadi sehingga kemarau basah juga sering terjadi.

Beberapa akibat kemarau basah perlu diantisipasi, mulai dari gagal panen hingga wabah penyakit seperti demam berdarah.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.