Fosil Primata Tertua Ditemukan di China

Kompas.com - 07/06/2013, 10:57 WIB
|
Editoryunan

KOMPAS.com — Sepuluh tahun lalu, ilmuwan menemukan fosil primata purba di provinsi Hubei, China. Kini, ilmuwan mengonfirmasi bahwa fosil itu adalah milik primata paling mula, moyang tertua manusia.

Fosil primata ini berusia 7 juta tahun lebih tua dari fosil primata yang dinobatkan sebagai yang tertua sebelumnya milik spesies Darwinius massilae, ditemukan di wilayah Messel, Jerman.

Primata tertua yang ditemukan dinamai Archicebus achilles, termasuk spesies yang sangat aktif. Fauna ini punya berat tak lebih dari 30 gram, panjang sekitar 55 cm, bola mata yang besar, dan diduga memakan serangga.

Xijun Ni dari Chinese Academy of Sciences yang memimpin analisis fosil menuturkan bahwa A. achilles memiliki ekor panjang, kaki ramping, wajah bulat, dan kaki yang mampu menggenggam. Menurut Ni, primata ini mungkin juga punya corak warna khas.

Proses identifikasi dilakukan dengan bantuan fasilitas European Synchrotron Radiation Facility di Grenoble, Perancis. Dengan fasilitas itu, dihasilkan citra 3D dari fosil. Identifikasi dilakukan dengan citra tersebut.

Identifikasi menunjukkan bahwa karakter primata ini merupakan gabungan dari karakter dua golongan primata yang berbeda, yaitu golongan primata mirip tarsius serta golongan primata anthropoida.

Anthropoida mencakup golongan primata termasuk simpanse, bonobo, dan manusia. Anthropoida dalam evolusinya terpisah dari golongan primata mirip tarsius jutaan tahun lalu. Karakter anthropoida yang ditemukan pada A. achilles antara lain tumit kakinya.

A. achilles hidup 55 juta tahun lalu di China dan termasuk spesies yang hiperaktif. Masa itu adalah masa pemanasan global yang disebut palaeocene-eocene thermal maximum, masa di mana hanya ada dunia tropis dan subtropis serta pohon palem-paleman tumbuh hingga wilayah Alaska.

Dengan karakteristiknya, A. achilles bisa dikatakan sebagai moyang tertua manusia. Bukan moyang langsung, melainkan menjadi spesies yang mengawali proses evolusi menuju terciptanya manusia.

Christopher Soligo, pakar antropologi biologi dari University College London menuturkan bahwa penemuan ini akan sangat berharga karena akan membantu ilmuwan dalam menguak proses evolusi primata.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X