Kompas.com - 04/06/2013, 22:19 WIB
Editoryunan

JAKARTA, KOMPAS.com - Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan, bencana hidrometeorologi yang didominasi banjir selama Januari-Mei 2013 menewaskan 252 jiwa. Sementara itu, berdasarkan data Walhi, dalam periode sama tercatat 348 orang meninggal.

”Data BNPB itu bersifat sementara. Sesuai pengalaman, hasil penghitungan pada akhir tahun jumlahnya bisa tiga kali lipatnya,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (3/6/2013), di Jakarta.

Menurut Sutopo, terdapat 573 kejadian bencana di seluruh Indonesia. Hampir 95 persennya bencana hidrometeorologi banjir, longsor, puting beliung, dan gelombang tinggi.

Korban terdampak dan mengungsi 512.080 orang, 30.525 rumah rusak, dan puluhan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah rusak. Banjir mendominasi, dari 573 kejadian, ada 212 banjir, 195 puting beliung, dan 138 longsor. Tanah longsor menyebabkan kematian paling banyak, yaitu 115 orang. Lalu, banjir 94 orang.

Manajer Penanganan Bencana Walhi Mukri Friatna mengungkapkan, bencana hidrometeorologi tahun 2013 diperkirakan lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari 34 provinsi, tak satu pun bebas dari bencana hidrometeorologi.

”Walhi mendorong pemerintah berani menyatakan bahwa banyaknya bencana hidrometeorologi akibat kerusakan lingkungan, ulah manusia. Bukan hanya karena curah hujan ekstrem,” kata Mukri.

Data Walhi, lima bulan terakhir ada 776 bencana melanda 3.846 desa/kelurahan di 1.584 kecamatan dan 311 kabupaten/kota. Sebanyak 348 orang meninggal, 44 di antaranya karena pertambangan. Namun, banjir mendominasi (579), kemudian longsor (129), banjir rob (36), dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bencana dalam pendekatan regional, di Sumatera tersering di Aceh, 44 kali bencana. Di Jawa, terbanyak di Jawa Timur (90). Di Kalimantan, bencana terbanyak di Kalimantan Selatan (13). Di Sulawesi, bencana terbanyak di Sulawesi Selatan (22). Di regional Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, bencana terbanyak di NTT (30). (NAW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Kita
Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Oh Begitu
Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.