Kompas.com - 03/06/2013, 16:46 WIB
Editoryunan

Pengajar pada Departemen Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Zadrach Leudofij Dupe, mengatakan, gangguan cuaca saat ini merupakan hasil kombinasi kejadian La Nina lemah di Samudra Pasifik barat, Dipole Mode (kondisi yang ditandai beda suhu muka air laut) di Samudra Hindia, dan suhu muka laut hangat di wilayah perairan Indonesia.

”Gangguan cuaca yang terjadi sekarang akibat pengaruh lokal, regional, dan global,” katanya.

Pengaruh lokal ditunjukkan dengan adanya konveksi/penguapan yang kuat saat pancaroba. Kemudian mudah terbentuk awan kumulonimbus yang menjulang secara tiba-tiba dan menimbulkan banyak petir.

Pengaruh regional ditunjukkan oleh fenomena La Nina lemah di Samudra Pasifik barat dan Dipole Mode di Samudra Hindia. Pengaruh global ditengarai adanya kejadian ekstrem panas dan dingin pada setiap musim. Misalnya, di belahan bumi selatan pada musim panas tercapai rekor suhu terpanas. Begitu pula pada musim dingin di belahan bumi utara, tercapai rekor suhu terdingin.

”Penjalaran atau osilasi udara (Madden-Julian Oscillation/ MJO) dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik juga berpengaruh kuat,” kata Zadrach.

Menurut Zadrach, saat ini terjadi keganjilan fenomena cuaca yang diperkirakan menyebabkan kemarau basah sepanjang tahun 2013. Kondisinya mirip tahun 2010.

Bila kemarau basah pada 2010 disebabkan La Nina, pada 2013 disebabkan gabungan La Nina di Samudra Pasifik dan Dipole Mode di Samudra Hindia. Kedua fenomena itu saling memperkuat sehingga banyak hujan saat kemarau.

Merunut riwayat cuaca sejak tahun 1900, kondisi ini bukan istimewa. Yang dibutuhkan sekarang adalah kesadaran bersama menjaga lingkungan supaya masyarakat bisa hidup berdamai dengan ketidakpastian iklim dan cuaca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.