Kompas.com - 31/05/2013, 19:54 WIB
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com - Kapal perjuangan Greenpeace, Rainbow Warrior akhirnya tiba di Bali, Jumat (31/5/2013) setelah melakukan perjalanan panjang dari Australia. Sebelum berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rainbow Warrior generasi ketiga ini berpetualang selama 3 pekan di perairan Papua.

Kapal yang dinahkodai Pete Willcox, warga Inggris, ini mengangkut 30 awak kapal yang berasal dari berbagai negara. Kapal ini diklaim sebagai kapal paling ramah lingkungan karena 90 persen mengandalkan angin dan 10 persen mesin.

Kedatangan Kapal Rainbow Warrior ke Indonesia ini membawa sejumlah misi terkait isu lingkungan. Salah satu kampanye yang akan dilakukan di Bali adalah penyelamatan laut Indonesia.

"Kampanye ini bertujuan untuk mendukung terciptanya pengelolaan perikanan yang adil dan berkelanjutan. Kami juga bekerja menuju pembentukan jaringan kawasan perlindungan laut yang efektif serta memastikan akhir praktik penangkapan ikan yang merusak dan penangkapan ikan yang berlebihan, yang mengancam mata pencaharian lokal, ekosistem laut dan keanekaragaman hayati," ujar Arifsyah M Nasution, juru kampanye laut Greenpeace Indonesia.

Masyarakat diberi kesempatan untuk melihat langsung isi kapal Rainbow Warrior, Sabtu (1/6/2013) besok. Greenpeace telah mengundang sejumlah sekolah di Denpasar untuk dapat mengenal Rainbow Warrior lebih dekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.