Kompas.com - 18/05/2013, 23:10 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KOLAKA, KOMPAS.com - Sedikit demi sedkit misteri ratusan tengkorak manusia yang ada di sebuah gua yang terletak di Desa Purau, Kolaka Utara Sulawesi Tenggara mulai terkuak. Setelah menemukan guci, manik-manik dan uang logam kerajaan Majapahit, kini tim arkeolog menemukan benda yang menyerupai peti mati.

Benda menyerupai peti mati yang ada didalam goa tersebut terlihat tidak biasa, karena di sisi kiri dan kanannya terdapat ukiran yang diduga mengandung makna. Apalagi, peti tersebutberada di tengah-tengah tumpukan tengkorak manusia.

Arkeolog asal Universitas Hasanuddin Makassar, Asmunandar memperkirakan gua yang dipenuhi tengkorak itu dulunya digunakan sebagai tempat penguburan masyarakat setempat. "Selain temuan benda keramik dan logam, kami juga mendapatkan sebuah benda yang lebih mirip peti mati. Ini semakin menguatkan dugaan kalau memang gua itu dulunya adalah tempat penguburan suku tertentu. Ada corak atau ukiran yang terlihat di benda tersebut, tampak seperti ukiran tertentu. Inilah yang akan kami kembangkan," ungkapnya, Minggu (19/5/2013).

Ditempat terpisah, Muhammad Natsir dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar mengatakan informasi yang diperoleh timnya menyebutkan bahwa itu adalah soronga. "Yang benda mirip peti mati itu memang adalah peti mati. Kalau masyakat di sini menyebutnya soronga. Ini yang digunakan masyarakat sekitar guna melaukan penguburan. Informasi yang kami temukan seperti itu," ucapnya.

Para tim peneliti sangat yakin bahwa gua tersebut adalah tempat pemakaman pada zaman dahulu. "Yang jelas, informasi dari semua pihak, termasuk penduduk setempat masih kita kumpulkan. Saya rasa penemuan sejumlah benda selain tengkorak manusia itu akan sedikit memudahkan tim untuk mendeteksi lebih jauh lagi tentang gua ini," tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, para tim peneliti telah menemukan pecahan keramik yang diperkirakan dari dinasti Ming dan uang logam milik kerajaan Majapahit dari abad ke 14. Dengan penemuan beberapa barang tersebut, hal itu sekaligus mematahkan anggapan sebagian pihak yang mengabarkan bahwa gua yang dipenuhi tengkorak tersebut adalah tempat pembantaian pada masa lampau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.