Kompas.com - 18/05/2013, 17:01 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KOLAKA, KOMPAS.com - Tim arkeolog mendapati temuan baru di dalam gua yang dipenuhi tengkorak manusia, yang terletak di desa Purau Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara. Temuan tersebut itu berupa benda-benda yang diperkirakan ada sejak abad ke 14 silam.

Temuan ini terungkap setelah dilakukannya penelitian permukaan oleh sebelas orang yang tergabung dalam tim penelitian gua tengkorak. Dengan adanya temuan itu, para tim mengaku cukup terbantu untuk menentukan penyebab banyaknya tengkorak yang ada dalam gua ini.

Namun, untuk mengurai secara pasti, tim arkeolog membutuhkan waktu yang cukup lama. Ditempat itu juga ditemukan sebuah bongkahan kayu berukir yang diduga adalah peti mati.

"Setelah penelitian permukaan kami lakukan didalam gua itu, temuan fakta terbaru yang kami maksud adalah keramik yang diperkirakan buatan dinasti Ming. Namun kondisinya tidak utuh lagi, dalam artian keramik itu sudah pecah dan memang kami bisa mengatakan itu peninggalan dinasti Ming lewat corak pecahan keramik itu. Diperkirakan benda itu ada pada abad ke 14 silam. Terlebih lagi saat itu masyakat kita belum mengenal keramik apalagi membuatnya," ungkap Musnandar, Arkelog dari Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu (18/08/2013).

Dijelaskan pula, selain keramik dari masa dinasti Ming yang ada pada abad 14, tim arkelog juga menemukan uang logam milik kerajaan Majapahit. "Kami juga menemukan uang logam yang digunakan sebaga alat transaksi pada masa kerajaan Majapahit. Itu sekitar abad ke 14 silam juga, atau yang dikenal dengan istilah kepeng-kepeng. Ini adalah penguatan kami, sebab keramik, uang logam dan manik-manik tersebut semuanya ada pada masa abad ke 14," jelasnya.

Untuk itu, tim arkeolog semakin mudah untuk mengungkap misteri ribuan tengkorak manusia yang ada didalam gua tersebut. Sebelumnya, muncul berbagai versi mengenai keberadaan gua tersebut. Salah kabar yang mengemuka adalah tempat tersebut menjadi lokasi pembantaian.

"Semua data kami sementara kumpulkan dan memang sulit secepat itu mengungkapnya, tapi kita sudah mulai menemukan titik terang terhadap goa tengkorak itu. Berdasarkan analisis lewat keramik yang ada itu kita bisa pastikan dari abad 14 hingga abad ke 17," tambah Musnandar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, gua yang dipenuhi ribuan tengkorak manusia tersebut ditemukan oleh Tim Ekspedisi NKRI koridor Sulawesi 2013 subkorwil IX/ Kolaka. Banyak pihak berharap tim arkeologi bisa menjelaskan secara pasti gua yang berisikan ribuan tengkorak manusia ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

    Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

    Fenomena
    Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

    Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

    Oh Begitu
    Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

    Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

    Fenomena
    Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

    Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

    Fenomena
    Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

    Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

    Oh Begitu
    Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

    Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

    Oh Begitu
    Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

    Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

    Fenomena
    Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

    Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

    Oh Begitu
    Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

    Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

    Oh Begitu
    Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

    Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

    Fenomena
    2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

    2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

    Oh Begitu
    Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

    Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

    Fenomena
    Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

    Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

    Oh Begitu
    Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

    Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

    Oh Begitu
    Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

    Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.