Kompas.com - 16/05/2013, 14:45 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOLAKA, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi NKRI koridor Sulawesi 2013 subkorwil IX/Kolaka, Sulawesi Tenggara, melibatkan arkeolog dari Makassar untuk mengungkap misteri dari gua yang dipenuhi ribuan tengkorak manusia di wilayah Kolaka.

Diharapkan hasil penelitian itu nantinya bisa menjawab secara pasti apa yang terjadi di gua yang terletak di Desa Purau, Kolaka Utara, tersebut. Hingga saat ini tidak ada penjelasan yang pasti, baik secara ilmiah, maupun berdasarkan cerita rakyat terkait apa yang terjadi di gua itu.

Ditemui di Poskotis Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013 subkorwil IX/Kolaka, Kapten Inf Reza Fajar Lesmana sebagai komandan lapangan menjelaskan, sudah beberapa hari terakhir tim arkeolog melakukan penelitian.

"Yang diteliti bukan hanya tengkorak manusianya saja, tapi apa yang ada di sekitar atau di dalam gua tersebut. Dan memang arkeolog yang lakukan penelitian itu cukup berhati-hati," ucapnya, Kamis (16/5/2013).

Kapten Inf dari satuan Kopassus ini menambahkan, apa pun kesimpulan dari hasil penelitian arkeolog tersebut akan dilaporkan kepada pemerintah pusat dan setempat sebagai bahan tindak lanjut.

"Semoga saja nanti ada hasil yang jelas dan bisa menjawab desas-desus selama ini tentang gua tengkorak tersebut. Apakah memang tempat pemakan tradisonal atau bekas dari tempat pembantaian zaman penjajahan dahulu. Kejelasannya nanti bisa kita ketahui dari hasil penelitian tersebut," ungkap Reza.

Secara terpisah, Komandan Kodim 1412 Kolaka Letkol Inf Febriel Buyung Sikumbang menjelaskan, untuk memudahkan kerja arkeolog dalam penelitian gua tersebut, pihak Tim Ekspedisi menugaskan beberapa orang mendampingi arkeolog yang telah ditunjuk.

Selebihnya, informasi dari warga sekitar tetap dibutuhkan guna pengumpulan data. "Yang kami libatkan dan masuk dalam tim arkelog itu ada lima orang. Mereka ini dari Universitas Negeri Makassar dan BP3 Makassar. Ini kan masalah keberadaan tengkorak manusia dalam jumlah banyak di dalam gua tersebut, maka penelitiannya harus betul-betul akurat nanti hasilnya. Kami harapkan kerja sama dari segala pihak biar ini bisa menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya," kata Fabriel.

Gua yang dipenuhi tengkorak itu kini marak diperbincangkan oleh kalangan umum. Padahal, keberadaan gua ini telah lama diketahui oleh warga sekitar Desa Purahu. Warga pribumi menyebut tempat itu gua tengkorak. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.