Kompas.com - 13/05/2013, 18:39 WIB
|
Editoryunan

"Untuk mempertahankan hubungan, saya percaya kedua pihak harus memberikan manfaat dalam hal tertentu," kata Goldman.

"Soal bagaimana mendefinisikan manfaat, itu hal lain. Hubungan sosial dalam hal tertentu memberi manfaat cukup selama tak disertai kompetisi atau ancaman," tambahnya.

Alasan adopsi juga bisa diuraikan dari sisi hormonal. Induk hewan yang telah melahirkan punya hormon oksitosin tinggi, hormon yang memicu bangunan ikatan.

Lalu, bagaimana dengan soal empati pada hewan? Mungkinkah adopsi semata-mata disebabkan oleh rasa empati?

Holland mengatakan, mungkin saja. Mamalia memang punya empati, punya kemauan untuk membebaskan yang lain dari kesengsaraan maupun kesendirian.

"Mamalia punya struktur otak yang sama, sistem yang sama, yang terkait dengan emosi yang kita miliki, jadi mengapa tidak? kata Holland.

Holland mengatakan, perilaku adopsi pada hewan memberi wawasan lain tentang dunia hewan. "Kadang kita tak menghargai mereka sebagai makhluk yang juga kompleks, punya kemampuan berpikir dan berempati," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.