Seksualitas, Kesuburan dan Kesehatan Tidur

Kompas.com - 13/05/2013, 09:31 WIB
Ilustrasi pria ShutterstockIlustrasi pria
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Tidur dan seks, dua aktivitas ranjang yang tampaknya tidak saling berhubungan. Yang satu dilakukan setelah yang lainnya. Itu saja. Tetapi ternyata, hubungan kedunya sangat erat.

Kesehatan tidur ternyata sangat penting bagi kesehatan seksual. Penelitian di Denmark yang diterbitkan pada the American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa pria yang tak sehat tidurnya memiliki jumlah sperma 29 persen lebih sedikit. Mereka juga memiliki morfologi spermatozoa yang tidak normal. Kesimpulannya, jumlahnya sedikit, dan kemungkinan besar memiliki bentuk yang tak biasa.

Penelitian ini mengambil data cairan sperma dan darah dari 953 pemuda Denmark yang mendaftarkan diri untuk masuk angkatan bersenjata. Bukan saja berpengaruh pada kualitas kesuburan pria. Gangguan tidur jelas memengaruhi libido dan kemampuan seksual.

Ketika terlalu lelah, dan kekurangan energi semua orang akan malas untuk melakukan berbagai aktivitas. Gangguan tidur sudah mencapai titik tidak sehat jika seseorang (pria atau wanita) lebih memilih tidur dibanding bermesraan. Penelitian lainnya di Israel tunjukkan bahwa penderita penyakit tidur sleep apnea (mendengkur) hanya mengeluarkan testosterone dalam kadar yang rendah.

Pendengkur yang selalu lelah juga mengalami gangguan ereksi akibat penurunan oksigen dan proses tidur yang terganggu. Sementara penderita insomnia, dikatakan oleh para ahli mengalami gangguan emosi hingga mudah tertekan dan cemas. Kecemasan dan rasa tertekan secara emosional adalah awal dari gangguan fungsi seksual.

Tidur yang sehat adalah tidur yang cukup dan berkualitas baik. Ini semua diukur dari rasa segar saat bangun dan rasa bugar di siang hari. Sementara tidur yang tidak sehat bermanifestasi dalam penurunan energi, rasa lelah dan mengantuk di siang hari. Tidur yang tidak sehat disebabkan oleh durasi tidur yang pendek, insomnia, sleep apnea, restless legs syndrome, narcolepsy, circadian rhythm disorder, dan masih banyak lagi.

Gangguan atau penyakit tidur berakibat pada penurunan fungsi-fungsi manusia. Mulai dari kesehatan, kemampuan kognitif, stabilitas emosional hingga performa seksual. Sayang, jika selama ini kita hanya mencari solusi dari luar dalam bentuk berbagai stimulan, obat atau herbal pentingkat vitalitas seksual tanpa melihat terlebih dahulu ke dalam diri. Bagaimana kesehatan tidur saya?


Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X