Kompas.com - 28/04/2013, 17:22 WIB
|
Editoryunan

KOMPAS.com - Bagi warga Indonesia, Minggu (28/4/2013) adalah malam terbaik untuk melihat Saturnus. Planet ini mencapai posisi terdekatnya dengan Bumi atau oposisi.

Saturnus sebenarnya mencapai posisi terdekatnya dengan Bumi pada Senin (29/4/2013) sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, Matahari pagi tentu menghalangi pengamatan. Sebagai gantinya, pengamatan yang tetap akan menjadi yang terbaik di tahun 2013 bisa dilakukan Minggu malam ini.

Malam nanti, Saturnus akan bersinar terang. Berdasarkan simulasi di aplikasi Stellarium, tingkat kecerlangan atau magnitud Saturnus sekitar 0,33.

Dengan kecerlangan tersebut, Saturnus bisa dilihat dengan mata telanjang. Tentu saja, syaratnya bila tak ada awan yang menghalanginya. Saturnus akan tampak sepanjang malam, setelah Matahari tenggelam hingga menjelang fajar.

Untuk pengamatan lebih baik, tentu dibutuhkan teleskop. Malam ini, Saturnus sedang condong ke arah Bumi sehingga memungkinkan manusia mengamati struktur cincinnya pada sudut yang terbaik.

"Saturnus dikenal sebagai planet paling cantik yang kita tahu. Dan ini adalah hari dimana Saturnus punya potensi besar untuk dilihat paling jelas, bukan hanya selama tahun 2013 tetapi juga dalam beberapa dekade terakhir," kata Bob Herman, editor majalah Astronomy.

Pada oposisi kali ini, dengan teleskop, manusia di Bumi juga punya peluang untuk mengamati badai misterius di Saturnus.

"Di sekitar kutub utara Saturnus, yang sekarang bisa dilihat paling baik dalam dua dekade terakhir, ada heksagon, masing-masing dari sisinya lebih besar dari keseluruhan planet Bumi," kata Berman seperti dikutip Space, Sabtu (27/4/2013).

Asal usul dari fitur tersebut masih misterius. Karena letaknya, fitur itu juga sulit diamati. malam ini adalah kesempatan terbaik mengamatinya.

Bagi yang tak memiliki teleskop, oposisi Saturnus dan fenomena di Saturnus yang mungkin dilihat, bisa dilihat secara online di situs Slooh.com pada Senin besok pukul 08.30 WIB. Berman akan menjadi komentator dalam hasil observasi teleskop yang ditayangkan di situs itu.

Oposisi kali ini dipercaya sebagai salah satu posisi Saturnus terbaik. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat planet gas bercincin ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

Fenomena
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Oh Begitu
Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Oh Begitu
Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Oh Begitu
Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Oh Begitu
Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Fenomena
4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Oh Begitu
Apa Itu Eksositosis?

Apa Itu Eksositosis?

Oh Begitu
Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.