Waspadai Puting Beliung Menuju Pancaroba

Kompas.com - 27/04/2013, 08:43 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Menuju masa peralihan atau pancaroba ke musim kemarau, peluang terjadinya hujan disertai petir, angin kencang, dan puting beliung meningkat. Masyarakat diminta mewaspadainya.

”Pada masa pancaroba, pembentukan awan kumulonimbus berlangsung cepat. Perbedaan tekanannya dengan daratan menjadi tinggi sehingga memicu fenomena, di antaranya puting beliung,” demikian kata Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hariadi, Jumat (26/4) di Jakarta.

Hariadi mengatakan, pancaroba ditandai dengan pola angin yang belum pasti. Ketika musim hujan, terjadi pola angin dari arah barat. Pada musim kemarau, arah angin dari timur.

”Saat ini, arah angin mulai dari timur sudah terjadi. Tetapi, masih ada sebagian wilayah yang polanya tidak pasti,” kata dia. Ketidakjelasan itu termasuk hujan yang hingga kini masih berpotensi turun di sejumlah daerah.

Angin dari Samudra Hindia di selatan Sumatera, terutama yang mengandung massa uap air tinggi, masih berembus ke utara. Kondisi ini di antaranya memengaruhi terjadinya hujan yang berpotensi terjadi di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, puting beliung terjadi Kamis lalu di Dusun Tutut, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Kejadiannya pukul 12.45 yang mengakibatkan 31 rumah rusak.

”Dari sejumlah rumah yang diterpa puting beliung, terdapat rumah rusak berat, 12 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan,” kata Sutopo.

Tak bisa diprediksi

Menurut Hariadi, puting beliung hingga kini belum dapat diprediksi dan belum bisa terpantau kejadiannya. Namun, yang bisa dipastikan, peluang puting beliung di wilayah Sumatera dipengaruhi adanya pusaran angin yang masih banyak terjadi di wilayah Samudra Hindia selatan Sumatera.

”Suhu muka laut di Samudra Hindia sebelah barat dan selatan Sumatera masih mengalami anomali 1-2 derajat celsius di atas pola normal,” kata Hariadi menjelaskan.

Di sisi lain, anomali suhu di Samudra Hindia yang terjadi saat ini masih memberi peluang hujan, terutama di wilayah Sumatera dan Jawa. Menurut Hariadi, memasuki masa pancaroba juga memungkinkan terjadinya hujan es. (NAW)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X