Kompas.com - 22/04/2013, 10:03 WIB
|
Editoryunan

PARIS, KOMPAS.com — Bumi sebenarnya sedang dalam masa pendinginan hingga akhir abad ke-19. Namun, seratus tahun lagi, di abad ke-20, suhu Bumi mengalami peningkatan hingga menjadi yang terpanas dalam periode 1.400 tahun terakhir.

Fakta tersebut terungkap dari hasil penelitian yang dikoordinasikan oleh Past Global Changes (Pages) 2K Network. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience pada Minggu (21/4/2013).

Penelitian mengungkap, di abad ke-20, temperatur Bumi secara global 0,4 derajat celsius lebih tinggi dari 500 tahun sebelumnya. Hanya Antartika yang tidak menyesuaikan dengan tren ini. Sementara itu, dari tahun 1970-2000, Bumi mencapai suhu terpanas dalam 1.400 tahun terakhir.

"Ada hal umum di semua wilayah Bumi. Pendinginan jangka panjang hingga abad ke-19 yang diikuti dengan pemanasan di semua wilayah, kecuali di Antartika," ungkap Hugoes Goose, pakar klimatologi di Catholic University of Louren, Belgia, seperti dikutip AFP, Minggu.

Beberapa pihak yang skeptis dengan pemanasan global mengatakan bahwa naik turunnya suhu Bumi alami dan pernah terjadi sebelum Revolusi Industri. Suhu Bumi pernah mengalami kenaikan dan penurunan pada Medieval Warm Period dan Little Ice Age.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa kenaikan dan penurunan suhu Bumi bukan hanya oleh sebab alam. Penurunan sebesar 0,1-0,3 derajat celsius per seribu tahun yang terjadi berbalik menjadi pemanasan pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20.

Penelitian sebelumnya mengungkap bahwa pemanasan pada abad ke-20 terkait dengan gas rumah kaca dari bahan bakar. Pemanasan terus terjadi hingga tahun 1970 seiring dengan level karbon dioksida yang ikut meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Januari, ilmuwan Amerika Serikat menyatakan, tahun 2012 merupakan tahun kesembilan atau kesepuluh terpanas. Tahun 2012 juga merupakan tahun ke-36, dengan suhu Bumi terus memecahkan rekor terpanas sejak 1880.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X