Kompas.com - 19/04/2013, 10:45 WIB
Editoryunan

KOMPAS.com - Energi dari fosil semakin lama semakin habis. Hal ini mendorong sejumlah negara mencari sumber energi alternatif. Salah satunya biofuel alias bahan bakar nabati. Keunggulannya, bahan baku dapat diperbarui dan ramah lingkungan.

Beberapa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar nabati, antara lain jarak pagar, ubi jalar, ubi kayu, tebu, kelapa sawit, kelapa, bunga matahari, kapuk randu, dan buah genderuwo. Buah genderuwo (Sterculia foetida Linn) dinilai paling pas karena tidak digunakan sebagai bahan pangan.

Tanaman genderuwo yang dikenal pula dengan nama pranajiwa, kepuh, kepoh, kalumpang, atau jangkang memiliki beberapa kelebihan. Bijinya mengandung minyak nabati asam lemak sterkulat (C19H34O2). Dari 100 gram biji genderuwo bisa diperoleh minyak 75 mililiter. Adapun jarak pagar hanya menghasilkan rendemen 35-40 persen. Asam sterkulat dapat digunakan sebagai ramuan kosmetik, sabun, sampo, pelembut kain, cat, plastik, serta zat adaptif biodiesel.

”Tingginya rendemen atau kandungan minyak biji buah genderuwo menunjukkan potensinya sebagai minyak pelumas dan biodiesel pengganti solar,” kata dosen pemuliaan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Endang Yuniastuti, Selasa (9/4/2013).

Endang bersama dosen Agronomi UNS Djati Waluyo dan Titin Handayani dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak tahun 2008 meneliti buah genderuwo.

Minyak pelumas yang dihasilkan telah mendapat sertifikasi dari Lembaga Minyak dan Gas Bumi. Tim ini membuat prototipe mesin pres biji genderuwo. Ada 10 dinas pertanian di Jawa Tengah yang digandeng untuk budidaya tanaman ini, yakni di Kabupaten Blora, Purworejo, Purwokerto, Grobogan, Klaten, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, dan Boyolali.

Pelumas dan biodiesel

Satu buah genderuwo yang terdiri dari 1-5 bulatan (lokus) bisa menghasilkan 2-3 kilogram biji. Satu pohon genderuwo produktif bisa menghasilkan satu ton biji setiap panen. Minyak hasil pengepresan bisa langsung digunakan sebagai pelumas mesin yang melakukan pekerjaan ringan, seperti mesin pemeras air kelapa dan pemipil jagung.

Jika ingin digunakan sebagai pelumas mesin dua tak atau empat tak serta mesin industri, minyak perlu diolah lagi sehingga titik didihnya mencapai 120-140 derajat celsius.

Minyak ini dapat dimanfaatkan sebagai pengganti solar (biodiesel) dengan perbandingan 1:10. Misalnya, 100 ml minyak genderuwo ditambah 900 ml alkohol. Untuk itu, minyak harus dimurnikan agar titik didihnya mencapai 180 derajat celsius.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.