Kompas.com - 08/04/2013, 07:26 WIB
EditorErlangga Djumena

Retalisasi dengan melarang produk impor Indonesia. Pilihan jenis komoditas yang akan dijadikan sebagai ”senjata balasan” sangat penting karena jangan sampai merugikan perekonomian AS, tetapi yang efeknya dirasakan Indonesia.

Sambil menunggu sengketa berjalan dari pembentukan panel sampai retalisasi, yang bisa memakan waktu dua tahun, ada peluang bagi Indonesia untuk memperbaiki daya saing komoditas dalam negeri.

Dengan kata lain, boleh saja kita melanggar aturan WTO asal ketika negara yang dirugikan melakukan pembalasan, perekonomian kita tidak terpengaruh signifikan. Kuncinya meningkatkan daya saing dan memproduksi barang ekspor yang tidak ada/tidak banyak substitusinya. (HERMAS E PRABOWO)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.