Kawasan Konservasi Digarap untuk Wisata

Kompas.com - 08/04/2013, 03:36 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Kementerian Kelautan dan Perikanan melanjutkan proyek Coremap prakarsa segitiga terumbu karang (CTI) untuk tahun 2014-2019. Proyek senilai 100 juta dollar AS yang didanai Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) bertujuan mengampanyekan konservasi terumbu karang dengan tujuan akhir mendorong investasi wisata bahari.

Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad di Jakarta, Sabtu (6/4).

Menurut Sudirman, dana dari kedua lembaga keuangan internasional tersebut mencakup pinjaman sebesar 80 juta dollar AS, serta hibah sebesar 20 juta dollar AS. Dana itu akan dimanfaatkan pemerintah untuk pengembangan infrastruktur di pulau-pulau kecil di sekitar kawasan konservasi. Pada kawasan konservasi itu akan diatur zonasi laut untuk kepentingan wisata.

Infrastruktur yang dikembangkan meliputi jalan setapak, instalasi pembangkit listrik tenaga surya, dan mikrohidro. Dengan kesiapan infrastruktur, kawasan itu diharapkan bisa dikembangkan untuk wisata bawah laut. Investasi wisata bahari ditargetkan masuk ke kawasan konservasi mulai 2016.

”Dengan adanya kesiapan infrastruktur maka investasi yang masuk tinggal membangun resor dan sarana wisata lainnya pada zona pemanfaatan di kawasan konservasi,” kata Sudirman.

Saat ini terdapat delapan lokasi kawasan konservasi nasional di bawah pengelolaan Kementerian Kelautan dan Perikanan, meliputi Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau, Pulau Pieh di Sumatera Barat, Pulau Kapoposan di Sulawesi Selatan, Raja Ampat di Papua Barat, Laut Banda, Kepulauan Padaido di Papua, Tiga Gili di Nusa Tenggara Barat, dan Laut Sawu.

Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun mengemukakan, pihaknya mendorong investasi di pulau-pulau kecil untuk kegiatan industri. Untuk itu, pulau-pulau kecil perlu dipetakan skala luasan dan potensinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usaha agrobisnis, misalnya, dapat dikembangkan pada pulau-pulau kecil dengan luasan 30-40 hektar sehingga bisa ditanami tanaman-tanaman agrobisnis berkualitas ekspor.

Ia menambahkan, penjajakan usaha agrobisnis pada pulau-pulau kecil kini sedang dijajaki oleh perusahaan di Tangerang untuk pengembangan kakao pada lahan seluas 10 hektar.

”Pulau-pulau kecil perlu dimanfaatkan daripada menjadi aset yang tidak berguna,” ujar Alex.

Secara terpisah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto, akhir pekan lalu, berpandangan, sektor kelautan Indonesia memiliki potensi yang besar, tetapi hingga kini belum digarap maksimal.

”Potensi kita kebanyakan dinikmati oleh negara lain, ketimbang kita sendiri. Ini menjadi keprihatinan kita, bagaimana memanfaatkan potensi kelautan agar lebih optimal,” ujarnya.(LKT)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.